Kakanwil Ditjenpas Jatim Bidik Pemasyarakatan Berdampak Nyata, 45 UPT Jatim Didorong Perkuat Kemitraan dan Transformasi Digital

Kakanwil Ditjenpas Jatim Bidik Pemasyarakatan Berdampak Nyata, 45 UPT Jatim Didorong Perkuat Kemitraan dan Transformasi Digital

5 November 2026 0 By Jurnalis Ganteng

SIDOARJO –TARUNA NEWS COM Kolaborasi lintas sektor kini menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong sistem pemasyarakatan yang semakin terbuka, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya mengandalkan kemampuan internal, institusi pemasyarakatan dituntut mampu membangun jejaring kemitraan, memperluas partisipasi publik, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan.

Komitmen tersebut diperkuat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur dengan menjadi tuan rumah Bimbingan Teknis (Bimtek) Duta Kerja Sama dan Aplikasi Sistem Informasi Kerja Sama Pemasyarakatan (SIKAP) Tahun 2026, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas jajaran dalam membangun kemitraan yang terarah, sekaligus mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Ceno Hersusetiokartiko, hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemasyarakatan tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan internal institusi. Dukungan, kontribusi, dan kolaborasi berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan merupakan kebutuhan penting untuk mencapai hasil yang lebih optimal.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa pemasyarakatan harus mampu membangun hubungan yang produktif dengan lingkungan eksternal. Melalui sinergi berbagai pihak, program pembinaan diharapkan semakin berkembang, pelayanan semakin berkualitas, dan manfaat keberadaan institusi pemasyarakatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga :  Polres Kediri Kota Sidak Sejumlah SPBU Respon Keluhan Warga Soal Kualitas BBM

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Direktorat Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, para Kepala UPT Pemasyarakatan Koordinator Wilayah (Korwil) Surabaya, serta perwakilan Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.

Dalam Bimtek tersebut, dua materi utama menjadi fokus pembahasan. Materi pertama mengangkat Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemasyarakatan, sedangkan materi kedua membahas penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Kerja Sama Pemasyarakatan (SIKAP).

Kedua materi tersebut memberikan penguatan pemahaman mengenai pentingnya membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan jajaran dalam mengelola, mendokumentasikan, dan memantau pelaksanaan kerja sama melalui sistem informasi yang terintegrasi.

Penguatan peran Duta Kerja Sama di setiap UPT menjadi salah satu aspek penting yang mendapat perhatian. Duta Kerja Sama diharapkan mampu menjadi penggerak komunikasi dan penghubung strategis antara institusi pemasyarakatan dengan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan dan pelayanan warga binaan.

Peran tersebut diharapkan mendorong setiap UPT semakin aktif membuka peluang kemitraan, mengidentifikasi potensi kerja sama, serta membangun program yang sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Sementara itu, optimalisasi aplikasi SIKAP diarahkan untuk menciptakan tata kelola kerja sama yang lebih tertib, transparan, terukur, dan berkelanjutan. Kehadiran sistem informasi tersebut menjadi instrumen pendukung dalam memastikan setiap bentuk kemitraan dapat dikelola dan dipantau secara lebih sistematis.

Baca Juga :  Semangat "ASN Peduli": BKKBN Jatim Berbagi di Awal Tahun

Dengan demikian, kerja sama tidak hanya menjadi kegiatan administratif atau sebatas penandatanganan kesepakatan, tetapi harus mampu diwujudkan dalam program konkret yang memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat maupun warga binaan.

Keseriusan peserta mengikuti kegiatan terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Tercatat sebanyak 15 UPT mengikuti kegiatan secara langsung, sedangkan 30 UPT lainnya berpartisipasi melalui sambungan daring.

Keterlibatan 45 UPT tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman, menyampaikan pertanyaan, membahas berbagai tantangan teknis, serta memperkuat pemahaman mengenai implementasi kerja sama dan penggunaan aplikasi SIKAP di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ceno Hersusetiokartiko kembali menekankan bahwa penyelenggaraan pemasyarakatan harus dibangun melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan dukungan masyarakat serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui penguatan peran Duta Kerja Sama dan optimalisasi Aplikasi SIKAP, kami berharap setiap UPT mampu membangun kerja sama yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Arahan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran UPT untuk tidak hanya mempertahankan kemitraan yang telah terjalin, tetapi juga terus mengembangkan jejaring baru yang relevan dengan kebutuhan penyelenggaraan pemasyarakatan.

Implementasi kerja sama diharapkan mampu memperluas akses program pembinaan, meningkatkan kualitas pelayanan, membuka kesempatan pendidikan dan pelatihan keterampilan, serta menghadirkan peluang pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan.

Baca Juga :  Desa Mayangan Jogoroto Jombang Membangun Infrastruktur Fisik Dengan Dana Desa (DD).

Lebih jauh, keterlibatan masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial. Warga binaan yang nantinya kembali ke lingkungan masyarakat membutuhkan kesempatan untuk berkembang, dukungan sosial, serta penerimaan yang positif agar mampu menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif.

Karena itu, kemitraan dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan pembinaan selesai. Hubungan tersebut perlu dibangun secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata terhadap kesiapan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Melalui Bimtek Duta Kerja Sama dan Aplikasi SIKAP Tahun 2026, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur mempertegas langkah penguatan sistem pemasyarakatan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui Duta Kerja Sama, yang didukung pemanfaatan teknologi informasi melalui aplikasi SIKAP, diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan tata kelola kemitraan yang lebih profesional dan akuntabel.

Pada akhirnya, keberhasilan pemasyarakatan bukan hanya diukur dari terlaksananya program di dalam UPT, tetapi juga dari kemampuan institusi membangun kepercayaan publik, memperluas kesempatan bagi warga binaan, dan menghadirkan kontribusi positif bagi kehidupan sosial.

Dengan semangat kolaborasi, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur mendorong pemasyarakatan tidak sekadar menjalankan fungsi pembinaan, tetapi menjadi institusi yang mampu membangun jembatan kemitraan, membuka peluang perubahan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat (Dd).