AGUS FLORES UNDANG KAPOLRI JENDERAL POLISI DR. SUYUDI ARIO SETO BUKA PAGELARAN WAYANG KULIT DAN PAMERAN BUDAYA MAJAPAHIT, MERIAHKAN HUT BHAYANGKARA MAJAPAHIT KE-733

AGUS FLORES UNDANG KAPOLRI JENDERAL POLISI DR. SUYUDI ARIO SETO BUKA PAGELARAN WAYANG KULIT DAN PAMERAN BUDAYA MAJAPAHIT, MERIAHKAN HUT BHAYANGKARA MAJAPAHIT KE-733

4 November 2026 0 By Jurnalis Ganteng

MOJOKERTO 4 November 2026 -TARUNA NEWS COM Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, secara resmi menyampaikan permohonan kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., untuk membuka rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Majapahit atau HUT Bhayangkara Majapahit ke-733.

Undangan tersebut tertuang dalam surat resmi FRN Counter Polri bernomor 201101/Perkumpulan Wartaran/FRN Counter Polri/X/2026. Surat itu ditujukan langsung kepada Kapolri dan ditembuskan kepada Kapolda Jawa Timur.

Kegiatan kebudayaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 14 November 2026 bertempat di Situs Siti Ing Gil, makam atau petilasan Raden Wijaya, Raja pertama Kerajaan Majapahit, di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam surat permohonan tersebut, Agus Flores berharap Kapolri dapat berkenan hadir sekaligus membuka pergelaran wayang kulit, kirab budaya, serta pameran pusaka Nusantara.

Menurut panitia, kehadiran Kapolri akan menjadi kehormatan sekaligus bentuk perhatian terhadap upaya pelestarian sejarah, tradisi, dan kebudayaan Nusantara, khususnya peninggalan Kerajaan Majapahit.

EMPAT AGENDA UTAMA SELAMA TIGA HARI

Panitia telah menyiapkan sejumlah kegiatan yang mengangkat kekayaan seni dan tradisi leluhur. Adapun jadwal kegiatan sebagai berikut:

Baca Juga :  Hari Bhayangkara Ke-80, Polresta Sidoarjo Salurkan Bantuan 3 ton Beras untuk Masyarakat

1.Kamis, 12 November 2026, pukul 14.00 WIB: Kirab Budaya.
2.Jumat, 13 November 2026, pukul 21.00 WIB: Pertunjukan Macapat.
3. Sabtu, 14 November 2026, pukul 19.00 WIB: Pagelaran Sendratari.
4. Sabtu, 14 November 2026, pukul 21.00 WIB: Pergelaran Wayang Kulit bersama dalang Ki Teguh Sutrisna.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan dengan semangat pelestarian budaya dan tradisi leluhur. Panitia juga merencanakan kegiatan ruwat massal sebagai bagian dari agenda kebudayaan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bala Putra Nusantara binaan Agus Majapahit, dengan melibatkan masyarakat serta para pegiat seni dan budaya.

AGUS FLORES: MAJAPAHIT ADALAH WARISAN BESAR NUSANTARA

Agus Flores menempatkan peringatan Bhayangkara Majapahit ke-733 sebagai momentum untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah bangsa.

Menurut semangat yang diusung penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai persatuan, pengabdian, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah bangsanya sekaligus menjaga peninggalan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Baca Juga :  SDN 2 Momunu Gelar Simulasi ANBK

Peringatan Bhayangkara Majapahit juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, tokoh nasional, institusi kepolisian, serta para pemerhati sejarah dan kebudayaan.

KAPOLRI DIHARAPKAN MEMBERIKAN PERHATIAN TERHADAP PELESTARIAN BUDAYA

Dalam surat tersebut, panitia menyampaikan harapan agar Kapolri Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto dapat memberikan perhatian terhadap kegiatan yang mengangkat sejarah dan kebudayaan Majapahit.

Panitia menilai dukungan berbagai elemen bangsa sangat penting untuk menjaga keberlangsungan situs bersejarah serta memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.

Surat undangan juga menyebutkan harapan kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum FRN Agus Flores serta Sultan Besuki, R. Mas H. Agus Rugiarto Asrodiarjo, S.H., M.H.

Sementara itu, tembusan surat kepada Kapolda Jawa Timur diharapkan menjadi bagian dari koordinasi dan penyampaian informasi mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.

BUKAN SEKADAR SEREMONI, TETAPI UPAYA MERAWAT SEJARAH

Penyelenggara berharap peringatan HUT Bhayangkara Majapahit ke-733 dapat menjadi momentum memperkuat kepedulian masyarakat terhadap peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit.

Baca Juga :  “Jangan Takut Bongkar Penyimpangan!” LP3-NKRI Mojokerto Serukan Perang Total Melawan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang

Situs Siti Ing Gil yang dikaitkan dengan petilasan Raden Wijaya menjadi salah satu lokasi yang diangkat dalam kegiatan ini. Melalui kirab budaya, macapat, sendratari, dan wayang kulit, panitia ingin menghadirkan kembali kekayaan tradisi Nusantara di tengah masyarakat.

Agus Flores bersama jajaran FRN berharap kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pegiat sejarah, tetapi juga menjadi kepedulian bersama.

Kini, panitia menantikan jawaban dan kesediaan Kapolri untuk hadir serta membuka secara langsung rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan Polri diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat dan para pegiat budaya dalam menjaga warisan leluhur bangsa.

INFORMASI DAN KOORDINASI PANITIA:

– Gofur – Panitia Cagar Budaya Siti Ing Gil: 0815-5368-6894.
– Agus Flores – Ketua Umum FRN Counter Polri: 0858-9931-6667.

MOJOKERTO, 4 NOVEMBER 2026

AGUS FLORES
Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri

(Dd)