Img 20210419 Wa0051
Img 20210419 Wa0051
Kata-kata itu begitu menggetarkan bagi yang sungguh-sungguh meresapi berjiwa Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI: “Sekali Lagi MAAF….. Negeri Ini Tidak Dijual. Berapapun Tawaran Yang Anda Ajukan, Jangan Memaksa….. Atau Menghadapi Kami jiwa Ksatrya….. Penjaga Negeri, Yang akan Melindungi Pertiwi Sepenuh Hati.”

SURABAYAtarunanews.com, Nuansa itu sangat menggetarkan dalam suasana 16 April 2021, HUT ke-69 Komando Pasukan Khusus, KOPASSUS yang lahir pada 16 April 1952. Lebih menggetarkan lagi ketika mengikuti Hymne Kopassus:

HYMNE KOMANDO
Sikap Nan tegap waspada dan wibawa
Prajurit Komando berjiwa Satria
Bagi Nusa bangsa dan negara
Pantang kan menyerah di medan laga
Dibawah Dwi Warna Sang Panji
Diatas Persada negri kami
Demi Tuhan kami ini berjanji
Rela binasa membela bu pertiwi

Indonesia kami puja
Tanah Air kami cinta
Baret Merah jiwa hamba
Sudah janji kita semua
Lebih baik pulang nama daripada. Gagal di Medan Laga.

Selama ‘berkiprah’ 69 tahun melindungi nusa, bangsa, dan negara pasukan KOPASSUS dikenal memiliki tubuh yang sehat dan bugar, diatas rata-rata. Yang lebih menggelorakan badan lebih kuat dan selalu bersemangat yang menjadi aset penting dalam menjalankan tugas negara, lebih-lebih bagi pasukan elite Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia (Kopassus TNI).

Img 20210419 Wa0095
Ketangkasan dan kekuatan yang wajib dimiliki anggota pasukan Kopassus tidak didapat secara tiba-tiba namun dengan serangkaian pelatihan yang ketat untuk mengasah kekuatan tubuh agar mencapai tingkatan diatas rata-rata. Salah satu kunci latihan pasukan Kopassus berasal dari latihan fisik bernama Kalistenik atau Calisthenics, yang secara terus-menerus rutin dilakukan.

Hal tersebut sekaligus yanh menjadi pembeda antara Kopassus dibandingkan kesatuan lain. Dengan kata lain, anggota pasukan Kopassus harus terus berlatih, berlatih, berlatih dan terus berlatih.

Baca Juga :  Bangunan RS Pratama di Lologolu Telah Selesai, Secepatnya Akan Difungsikan

“Semoga dengan Pasukan Kopassus yang diasah terus, dan terus, dan terus, maka akan menjadikan TETAP JAYA SELAMANYA,” ungkap Gus Haji Mas Sulthon (Gus Ton / Gus Thon) salah satu tokoh di Jawa Timur yang peduli masalah sosial, dan menghormati berbagai kesatuan yang ada di TNI dan POLRI maupun lainnya, lebih-lebih Pasukan KOPASSUS yang memang harus terus-menerus latihan untuk terus-menerus siaga untuk NKRI meskipun ‘gerakannya’ di lapangan sering tak dikenali dan sulit dideteksi.

Diantara prestasi-prestasi menonjol yang diperlihatkan Pasukan KOPASSUS dari awal tanggal lahir ‘resminya’ 16 April 1952 maupun ‘pra-lahirnya’ sebelum itu sampai kini, sehingga Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Diantara beberapa operasi oleh Kopassus adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang – Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, operasi pembebasan sandera perompak Somalia, serta berbagai operasi militer lainnya.

Misi dan tugas operasi KOPASSUS yang bersifat rahasia, sehingga mayoritas kegiatan tugasnya tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi Kopassus yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh di perbatasan Papua Nugini.

Semua itu tak mungkin jika tidak dengan latihan yang terus menerus yang ketat dan super disiplin, dengan jadwal bangun jam 04.00 pagi, langsung berolahraga. Meskipun tak ada pantangan soal makanan akan tetapi harus memilih makanan yang sehat, juga makanan yang bisa membantu pembentukan otot, misalnya susu, telur, atau kacang hijau.

Baca Juga :  Tudingan Para Purnawirawan yang Sudutkan Aparat Keamanan Justru Lebay, Rampai Nusantara: Mungkin Tak Terbiasa Jadi Demonstran !

Namun kemampuan yang dimiliki Pasukan KOPASSUS bukanlah hanya fisik yang kuat, akan tetapi juga harus memiliki tingkat kecerdasan yang memadai bahkan diatas rata-rata umumnya.

Melansir dari yang pernah disamaikan Jenderal Sintong Panjaitan, kemampuan fisik pasukan elite ini berada di atas rata-rata jika dibandingkan dengan pasukan dari negara lain. Untuk memperoleh kekuatan diatas rata-rata, yang super itu, diantara latihannya adalah juga olah pernapasan, jadi bukan hanya kemampuan fisik.

Sehingga tak mengherankan Kopassus memiliki kemampuan yang lebih komprehensif termasuk kemampuan bergerak cepat dalam segala medan, kemampuan menembak tepat, hingga pengintaian yang cermat serta anti teror.

Kopassus melakukan tugas tidak hanya saat kondisi perang, namun juga ada tugas Operasi Militer Selain Perang/ OMSP seperti Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta Pengamanan VVIP. Semua misi harus terlaksana meskipun misal dengan peralatan dan persenjataan yang minimal.

Hal tersebut bisa terlaksana karena Pasukan KOPASSUS juga dilengkapi dengan ilmu bela diri, penggunaan ‘tangan kosong’, penggunaan senjata tajam, juga keterampilan penggunaan senjata api yang tidak dilengkapi teknologi serba canggih.

Bahkan Pasukan KOPASSUS pada pertempuran malam hari, bisa melihat dalam gelap meskipun tidak disertai peralatan canggih, juga tidak perlu NVG. Bahkan dibekali ilmu bela diri pernapasan Merpati Putih sehingga bisa ‘melihat’ dalam gelap. Juga ‘ilmu-ilmu’ lain yang langka.

Baca Juga :  Dinas Perpustakaan Nias Barat Terima Bantuan Dari Perpustakaan Nasional RI

Untuk pengetahuan, daftar nama yang pernah menjabat pimpinan Kopassus atau Danjen Kopassus dari awal pembentukan 16 April 1952 hingga saat ini adalah sebagaimana berikut dibawah ini.

1).Idjon Djanbi Mayor Inf (1952-1956)
2).R. E. Djailani, Mayor Inf (1956-1956)
3).Kaharudin Nasution, Mayor Inf (1956-1958)
4).Mung Parahadimulyo, Letkol Inf (1958-1964)
5).Sarwo Edhie Wibowo, Kolonel Inf (1964-1967), dari RPKAD hingga menjadi Puspassus AD

6).Widjojo Soejono, Brigjen TNI (1967-1970)
7).Witarmin, Brigjen TNI Witarmin (1970-1975)
8).Yogie Suardi Memet, Brigjen TNI (Mei 1975 – April 1983)
9).Wismoyo Arismunandar, Brigjen TNI (April 1983 – Mei 1985)
10).Sintong Panjaitan, Brigjen TNI (Mei 1985 – Agustus 1987) dari Kopassandha Berubah Menjadi Kopassus

11).Kuntara, Brigjen TNI (Agustus 1987 – Juli 1992)
12).Tarub, Brigjen TNI (Juli 1992 – Juli 1993)
13).Agum Gumelar, Brigjen TNI (Juli 1993 – September 1994)
14).Subagyo HS, Brigjen TNI (September 1994 – Desember 1995)
15).Prabowo Subianto.jpg Letjen TNI (Desember 1995 – Maret 1998)

16).Muchdi Purwoprandjono, Mayjen TNI (Maret 1998 – Mei 1998)
17).Syahrir MS, Mayjen TNI (1998 – 2000)
18).Amirul Isnaini, Mayjen TNI (1 Juni 2000 – 2002)
19).Sriyanto Muntasram, Mayjen TNI (2002 – 15 Februari 2005 )
20).Syaiful Rizal, Mayjen TNI (15 Februari 2005 – 1 September 2006)

21).Rasyid Qurnuen Aquary, Mayjen TNI (1 September 2006 – 12 September 2007)
22).Soenarko, Mayjen TNI (12 September 2007 – 1 Juli 2008)
23).Pramono Edhie Wibowo, Mayjen TNI (1 Juli 2008 – 4 Desember 2009)
24).Lodewijk Freidrich Paulus, Mayjen TNI (4 Desember 2009 – 8 September 2011)
25).Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya (8 September 2011 – 15 Juni 2012)

26).Agus Sutomo, Mayjen TNI (15 Juni 2012 – 5 September 2014)
27).Doni Monardo, Mayjen TNI (5 September 2014 – 25 Juli 2015)
28).Muhammad Herindra, Mayjen TNI (25 Juli 2015 – 16 September 2016)
29).Madsuni, Mayjen TNI Madsuni (16 September 2016 – 2 Maret 2018)
30).Eko Margiyono, Mayjen TNI Eko (2 Maret 2018 – 25 Januari 2019)

31).I Nyoman Cantiasa, Mayjen TNI (25 Januari 2019 – 27 Agustus 2020)
32).Mohamad Hasan, Mayjen TNI (27 Agustus 2020 – ).

Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).

Leave a Reply