img 20241113 wa0165

Surabaya,Taruna News Com Viral video seorang pelajar di salah satu sekolah SMA Gloria Surabaya mendapatkan kekerasan dan disuruh minta maaf dengan cara bersujud menggonggong oleh Wali murid kejadian ini membuat korban trauma, pada 21 Oktober lalu.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto, mengungkapkan bahwa Polrestabes Surabaya telah mengambil langkah cepat untuk menyelidiki insiden ini sejak awal.

Menurut Kombes Pol Dirmanto, setelah video tersebut tersebar pada pukul 15.30 WIB, tim penyelidik Polrestabes Surabaya langsung menuju sekolah terkait. Namun, karena insiden terjadi sore hari dan sekolah sudah tutup, tim penyelidik hanya dapat mengumpulkan informasi awal dari pihak yang berada di lokasi, termasuk petugas keamanan.

Pemeriksaan dan Klarifikasi Intensif

Pada 22 Oktober, Polrestabes Surabaya memulai pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak terkait. “Hingga saat ini, sudah delapan orang yang diperiksa, termasuk orang tua kedua belah pihak, guru-guru, dan saksi lainnya,” jelas Kombes Pol Dirmanto. Selain itu, klarifikasi mendalam juga telah dilakukan terhadap siswa yang terlibat dalam insiden tersebut.

Baca Juga :  Pemimpin Redaksi Media Taruna News Com Beserta Staff Mengucapkan Selamat Bertugas Kepada AKP Sigit Ekan Sahudi SH Sebagai Kasatlantas Polres Sampang 

Yang menarik, kedua belah pihak, yakni siswa berinisial AI dan W, telah melakukan mediasi dan sepakat untuk berdamai. Mereka bahkan mengunggah pernyataan damai di media sosial sebagai bentuk penyesalan dan upaya untuk meredakan situasi.

Tuntutan Pihak Sekolah dan Pendekatan Ultimum Remedium

Meski mediasi telah dilakukan, pihak sekolah terus mendesak agar proses hukum tetap dilanjutkan. Polrestabes Surabaya pun masih mendalami kasus ini untuk menentukan langkah berikutnya. “Kami tetap melanjutkan proses ini, tetapi dengan pendekatan yang mengedepankan asas ultimum remedium, terutama karena kasus ini melibatkan anak-anak,” ujar Kombes Pol Dirmanto.

Ia menegaskan pentingnya memikirkan masa depan anak-anak yang terlibat dalam kasus ini. Pendekatan hukum yang dilakukan diharapkan tidak mengganggu kondisi psikologis mereka. “Salah satu siswa mengalami trauma, sehingga kami juga menyediakan pendampingan psikologis. Kami bekerja sama dengan pihak sekolah agar kondisi siswa ini bisa kembali pulih,” tambahnya.

Imbauan kepada Media dan Netizen

Baca Juga :  Wakapolrestabes Surabaya Pimpin Langsung Pemeriksaan Senjata Api Anggota

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Dirmanto juga mengimbau media dan netizen untuk tidak memanaskan situasi melalui pemberitaan yang tidak akurat. “Kami harap semua pihak dapat membantu mendinginkan suasana. Jangan sampai pemberitaan yang tidak tepat malah memperburuk kondisi mental anak-anak yang terlibat,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya juga berencana mengedukasi siswa di berbagai sekolah tentang pentingnya etika bermedia sosial. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran tentang dampak negatif dari konten viral yang tidak bertanggung jawab.

Proses Hukum Tetap Berlanjut

Saat ini, Polrestabes Surabaya masih melanjutkan pendalaman kasus dengan memeriksa sejumlah barang bukti, termasuk rekaman video insiden yang sudah diamankan. Pemeriksaan terhadap saksi tambahan dan ahli juga akan dilakukan untuk memperjelas konstruksi hukum kasus ini.

Baca Juga :  Kapolri Cek Kesiapan Terminal Hingga Wisata di Solo Jelang Nataru

“Kami memastikan penanganan ini dilakukan seadil mungkin dengan tetap memperhatikan masa depan anak-anak yang terlibat,” pungkas Kombes Pol Dirmanto.

Dengan upaya yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian, diharapkan kasus ini dapat diselesaikan secara damai tanpa merugikan perkembangan psikologis kedua siswa maupun hubungan antarsekolah.pungkasnya(Dd)

Leave a Reply

Chat pengaduan?