Guntur Eko Widodo Ketua Umum GIAN Dan AP Widagda Komut PT ZIP – Koperasi Pegawai Kemenkopolhukam Kawal Pra Launching Pomdes Sentono-nya Andayani Eka Esti

Img 20220520 Wa0222

Img 20220520 Wa0222

NGAWItarunanews.com,  BPH DPP GIAN periode 2018-2023 yang dipimpin R. Guntur Eko Widodo yang dikukuhkan sekitar empat tahun lalu, tepatnya pada 18 Februari 2018 merupakan yayasan yang berhubungan dengan program pemerintah yang didukung Amartha Foundationd. Saat pengukuhan itu dihadiri Dewan Pembina GIAN Imas Bayu Amarta, juga Brigjen Pol Karyoto (Direktorat Intelejen Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional / BNN), Bambang Musywardana (Walikota Jaktim) dan lainnya. GIAN pun terus berkiprah dengan gerakan anti narkobanya.

Img 20220519 Wa0206
Foto: lokasi Pomdes Sentono

Diantara yang dilakukan oleh Badan Pengurus Harian (BPH) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Indonesia Anti Narkoba (GIAN) tersebut adalah sosialisasi-sosialisasi hingga menangani masalah-masalah yang terkait penyalahgunaan narkoba.

Namun terobosan-terobosan terkait gerakan tersebut terus berkembang, dimana juga terdapat arah untuk penguatan ekonomi secara riil menopang gerakan anti narkoba. Sekitar tahun lalu, tanggal 29 September 2021 merupakan salah satu momentum lain bagi GIAN dalam hal tersebut, dengan ditanda-tanganinya Nota Kesepahaman MOU Niaga Pomdes: kawal BBM Untuk Rakyat, Untuk Ketahanan Energy, Keadilan Dan Kesejahteraan Rakyat Bersama POMDES ZIP & Team Work GIAN.

Img 20220521 Wa0078
Foto: Ketum DPP GIAN R.Guntur Eko Widodo berbincang dengan Ketua DPD Mojokerto Sumidi dan Wakil Ketua Siswahyu Kurniawan.

MOU NIAGA POMDES antara DPP GIAN dengan PT ZIP (Zoomindo Inti Perkasa) Indonesia pada 29 September 2021 yang lalu tersebut bersama R Guntur Eko Widodo selaku ketua umum DPP GIAN beserta Jajaran Presidium sedangkan dari ZIP (PT ZIP) Indonesia dihadiri langsung oleh Direktur Utama Yance Darmadikari Bay yang didampingi Agus Purwadi selaku Direktur Operasi dan Teknis PT ZIP Indonesia. Juga dihadiri Pertamina, dan Koperasi Pegawai MENKOPOLHUKAM yang mempercayakan GIAN terlibat MOU Niaga Pomdes.

MOU Niaga Pomdes DPP GIAN dan PT ZIP Indonesia diantaranya dalam rangka menjalankan Program Pemerintah untuk Pemerataan BBM untuk memperluas akses jangkauan bagi masyarakat desa dengan menggandeng BUMDES, Yayasan, Badan usaha, CV atau PT (juga pondok pesantren / ponpes kecil hingga menengah, red.) berdasarkan Peraturan BP MIGAS No 6 Tahun 2015.

Baca Juga :  Peduli Kemanusiaan, Kapolsek Batui Kembali Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Rumah

Direktur Utama PT. ZIP Indonesia Yance Darmadikari Bay kepada Awak Media memaparkan saat itu, “Sebagai Aktivis FKPPI Kota Bogor di era tahun 90-an Putra Patriot ini, kita harus di garda terdepan untuk menjalankan Program ini sekaligus harus bermanfaat untuk masyarakat khususnya dan komponen bangsa yang lain, bersama sama bersinergy dalam mewujudkan cita – cita mensejahterakan mayarakat,” ungkap Yance Darmadikari Bay yang seangkatan FKPPI R. Guntur Eko Widodo.

Img 20220520 Wa0279
Foto: Owners Pomdes Sentono, Andayani Eka Esti (tengah berkacamata)

Efek gebrakan lanjutan dari MOU Niaga Pomdes tersebut kemarin, Jumat (20/05/2022) dirasakan oleh Provinsi Jawa Timur, melalui Kabupaten Ngawi dengan prosesi Pra Launching POMDES ZIP Sentono, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi dengan mitra: owner Andayani Eka Esti. Pra Launching yang bertepatan dengan HUT Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei tersebut, dengan sederhana namun semarak.

Saat memberikan sambutan Pra Launching, Andayani Eka Esti menyampaikan sejumlah hal secara ringkas termasuk lokasi Pomdes Sentono yang meskipun letaknya di desa yang cukup jauh dari Ngawi kota namun arus lalu lintasnya memenuhi standar untuk didirikan Pomdes karena juga merupakan jalur alternatif dari Madiun via Sentono dan sekitar untuk ke Sragen – Solo dan lainnya.

Img 20220521 Wa0080
Foto: Komut PT.ZIP Indonesia Ahmad Pringga Widagda ,( berkacamata)

“Pomdes Sentono ini berdiri diatas lahan sekitar 700 meter persegi lebih, dan siap untuk operasional seusai finishing,” ungkap Andayani Eka Esti yang dikenal low profil ini.

Baca Juga :  Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri Kunjungi Polres Jombang.

R. Guntur Eko Widodo Ketua Umum DPP GIAN dan Ahmad Pringga Widagda (AP Widagda) selaku Komisaris Utama (Komut) PT ZIP Indonesia yang sekaligus Divisi Pomdes Nasional PT ZIP dan mewakili Direktur Utama PT ZIP pun mengapresiasi langkah yang ditempuh Andayani Eka Esti dengan suporting sepenuhnya.

AP Widagda menyampaikan salah satu fungsi Pra Launching adalah cek and re-cek sebelum launching, sekaligus untuk mengetahui kesiapan di lapangan bahwa tahapan proyek sudah sesuai, on the track. Mengenai Pomdes tersebut AP Widagda pun menyampaikan sejumlah informasi penting kepada para hadirin, yang juga dihadiri para calon mitra yang lain dari berbagai daerah termasuk dari Jawa Tengah ada yang dari Semarang, Pekalongan, KNTI dan lainnya serta dari Jawa Timur ada yang dari Mojokerto, Ngawi, Madiun, juga dari beberapa dari kalangan pondok pesantren (ponpes kecil dan menengag, red.) dan lain-lain.

Img 20220520 Wa0351
AP Widagda juga menyampaikan untuk pendirian Pomdes, syarat untuk lahan, minimal luas tanah adalah 300 m2. Itu ukuran minimal. Namun karena untuk lahan Pomdes Sentono berukuran 700 m2 atau lebih dari dua kali lipat syarat minimal, maka ke depan juga bisa dikembangkan untuk minimarket maupun stasiun mini penampungan BBM.

“Dengan adanya luas lahan yang 700 m2 lebih di Pomdes Sentono ini, untuk ke depan bisa ditambahi dengan pembangunan mini market,” ungkap AP Widagda yang optimis Pomdes Sentono akan berkembang, apalagi melihat arus lalu lintas di sekitar yang juga terdapat sejumlah tempat wisata, serta banyaknya truk-truk pengangkut galian, maupun transportasi yang lain.

R. Guntur Eko Widodo selaku Ketua Umum GIAN, teamwork GIAN nasional, mengapresiasi antusiasnya Ibu Andayani Eka Esti POMDES Sentono. Dengan nantinya saat operasional, Pomdes Sentono telah ikut mengawal program pemerintah, membantu masyarakat di desa-desa untuk mudah mendapatkan akses BBM sesuai dengan visi dan misi GIAN maupun PT ZIP Indonesia: kawal BBM Untuk Rakyat, Untuk Ketahanan Energy, Keadilan Dan Kesejahteraan Rakyat Bersama POMDES ZIP Dan Team Work GIAN.

Baca Juga :  Layanan Polisi 110 Berlaku Diseluruh Kabupaten Di Provinsi Papua Barat

“Ini memang bisnis, namun cenderung kental misi sosialnya. Sehingga banyak pondok pesantren (terutama yang kecil hingga menengah, red.) yang tertarik untuk menjadi mitra bersama mendirikan Pomdes,” ungkap R. Guntur Eko Widodo yang juga menjadi penasehat salah satu Ormas Islam besar yang berhubungan dengan pondok pesantren, seraya menyebut di Ngawi juga ada salah satu ponpes yang sudah hampir selesai pembangunan bisnis Pomdes-nta yaitu Ponpes Bani Sulaiman.

Dalam sesi tanya jawab, banyak calon mitra yang tertarik untuk ke depan membuka Pomdes. Namun juga ada yang berharap bisa kerjasama dengan pihak. AP Widagda pun menjelaskan, sudah ada calon mitra yang mendapatkan suport dari pihak bank termasuk Bank BNI.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sumidi yang Sekjen Media Independen Online (MIO) Provinsi Jawa Timur yang juga Ketua GIAN Mojokerto, serta Siswahyu Kurniawan wakil Ketua MIO Jatim yang juga Wakil Ketua GIAN Mojokerto, sekaligus mempelajari prospek mitra Pomdes yang telah secara terbuka disampaikan oleh sejumlah narasumber bahwa Badan Hukum-nya (BH) bisa berbagai macam bentuk untuk menjadi mitra Pomdes. Sedangkan untuk modal pendanaan juga bisa dengan berbagai cara, termasuk jika gotong royong.

Ditemui terpisah, Andayani Eka Esti mengungkapkan, untuk perlengkapan dan pembangunan Pomdes Sentono tersebut pihaknya telah mengeluarkan Rp.1,35 Miliar yang telah diserahkan. Dana Rp.1,35 Miliar tersebut belum termasuk anggaran untuk pembelian tanah, serta dana untuk pengadaan BBM yang diperkirakan sekitar Rp.500 juta.

“Untuk lokasi tanah, harganya tentu relatif,” ungkap Andayani Eka Esti. Dengan apa yang disampaikan oleh Andayani Eka Esti, bisa dilihat kebutuhan dana untuk pembangunan Pomdes hingga operasional, diperkirakan sekitar Rp.2 Miliar hingga dua setengah miliar rupiah. Memang relatif, namun dana yang pasti dibutuhkan adalah Rp.1,35 Miliar plus Rp.500 juta, belum termasuk harga tanah. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Siswahyu).

Advertisement

Tinggalkan Balasan