Menang Gus “Milenial” Ashari Di Pemilihan Walikota Mojokerto 2024, Kurang Menguntungkan Incumbent Ika Puspitasari Ning Ita

Img 20210328 Wa0009

Img 20210328 Wa0009

Img 20210328 Wa0009
SURABAYAtarunanews.com,  Sebagaimana beberapa waktu lalu disampaikan Yagus R. Jaedi pemerhati masalah sosial politik diantaranya mengenai Pemilihan Walikota Mojokerto (Pilwali Mojokerto) tahun 2024, bahwa akan menguntungkan bagi Calon Walikota yang bukan incumbent telah menuai respon positif dari berbagai pihak. Termasuk dukungan yang kian meningkat untuk menang untuk Gus Mochamad “Milenial” Ashari (Gus “Milenial” Azhari) jika Gus “Milenial” Ashari mau maju Calon Walikota Mojokerto. Sebab pada saat Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto pada 9 Desember 2020 yang baru lalu, Gus “Milenial” Ashari mendapat banyak dukungan untuk maju jadi Calon Bupati Mojokerto akan tetapi pada waktu itu Gus “Milenial” Ashari belum berkenan.

Akankah Gus “Milenial” Ashari mau maju jadi Calon Walikota Mojokerto 2024? “Kalau Gus ‘Milenial’ Ashari mau maju Calon Walikota Mojokerto tahun 2024, maka akan memiliki peluang menang yang sangat besar,” ungkap Yagus R. Jaedi ketika dikonfirmasi lagi oleh media ini kemarin, Kamis 25 Maret 2021, seraya menyebut sejumlah alasan yang memungkinkan Gus “Milenial” Ashari memiliki peluang besar untuk menang dalam Pilwali Mojokerto 2024.

Menurut Yagus R. Jaedi, jika peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saat ini tidak ada perubahan maka untuk Pilkada yang harusnya diadakan pada tahun 2022 dan Pilkada 2023 akan dilaksanakan serentak pada tahun 2024 bersamaan dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk DPR RI maupun DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota, juga serentak dengan Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), termasuk Pemilihan Presiden (Pilpres). Dengan ‘mundur’ dari tahun 2022 dan 2023 menjadi tahun 2024, maka yang pelaksanaannya agak ‘mundur’ itu akan termasuk Pilwali Mojokerto yang seharusnya diadakan tahun 2023.

Baca Juga :  Polisi yang dikenal dengan sebutan Polisi ‘Gaul’ karena sikapnya yang bersahaja ke semua pihak ini mengaku akan menjalankan tugas dan amanah meski di tengah masa pandemi Covid-19.

Menurut Yagus R. Jaedi dengan pelaksanaan Pilwali seperti itu maka Walikota Mojokerto saat ini, Ika Puspitasari (Ning Ita) harus sudah berhenti dari jabatannya sebagai walikota pada tahun 2023 itu pula. Ini merugikan Ika Puspitasari sebagai incumbent, bisa kalah. Diantaranya karena untuk menuju Pilwali Mojokerto 2024 (dari saat berhenti tahun 2023) ada jarak sekitar satu tahun hingga 1,5 tahun yang hal tersebut harus diisi orang lain yaitu sebagai Pelaksana Tugas, Pejabat, Pejabat Sementara. Yang untuk menentukan itu adalah Menteri Dalam Negeri yang dijabat Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian.

“Walikota Ika Puspitasari yang terpilih dalam Pilwali 2018 dan menjabat hingga 2023 telah bekerja dengan berbagai program, namun harus berhenti pada tahun 2023, lalu Pilwali baru dilaksanakan pada tahun 2024. Dengan jeda waktu seperti itu, bisa menggerus yang sudah dikerjakannya,” ungkap Yagus R. Jaedi seraya menyebut peta Pilwali Mojokerto 2024 yang kemungkinan bisa diikuti empat (4) hingga lima (5) pasang Calon Walikota – Calon Wakil Kota.

Diantara Calon Walikota Mojokerto tahun 2024 yang ‘menantang’ Ika Puspitasari kemungkinan terdapat sejumlah nama seperti Junaedi Malik (DPRD Kota Mojokerto dari PKB, red.), lalu Febriana Meldyawati (DPRD Kota Mojokerto dari PDIP, red.), Indro Tjahjono (DPRD Kota Mojokerto dari Nasdem, red.), Agus Wahjudi Utomo (DPRD Kota Mojokerto dari Golkar, red.), Deny Novianto (DPRD Kota Mojokerto dari Demokrat, red.), dan sejumlah nama lain. Nama Gus Mochamad “Milenial” Ashari kembali santer disebut banyak pihak, didorong untuk maju Calon Walikota Mojokerto tahun 2024. Gus Mochamad “Milenial” Ashari salah satu tokoh yang sempat didorong banyak pihak maju dalam Pilbup Mojokerto 9 Desember 2020 yang baru lalu akan tetapi Gus “Milenial” Ashari ketika itu tampaknya masih belum berkenan untuk maju menjadi Cabup Mojokerto ataupun Cawabup.

Baca Juga :  IMM , mendesak agar pemerintah pusat  turut andil memperbaiki sistem di BPJS

Menurut Yagus R. Jaedi jika Gus Milenial Ashari mau maju menjadi Calon Walikota Mojokerto 2024 maka akan memiliki peluang yang besar menang apalagi dengan wilayah Kota Mojokerto yang jauh lebih kecil serta jumlah pemilih yang relatif sedikit diperkirakan hanya sekitar 100 ribu pemilih dengan tingkat kehadiran sekitar 75 persen atau sekitat 75 ribu pemilih. Misal ada empat (4) atau lima (5) pasang Cawali – Cawawali maka akan lebih memudahkan untuk menang.

Jika melalui jalur perseorangan, misal untuk Pilwali Kota Mojokerto tahun 2024 dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya sekitar 100 ribu maka diperlukan 10 persen saja dari hal tersebut alias minimal mendapatkan 10 ribu dukungan. Karena berdasar aturan, untuk Kabupaten/Kota yang memiliki DPT 0 – 250.000 maka syarat dukungan adalah 10 persen dari DPT; untuk DPT 250.000 – 500.000 syarat minimal dukungan 8,5 persen; lalu untuk DPT 500.000 – 1 juta syarat minimal dukungannya 7,5 persen; kemudian dukungan minimal 6,5 persen untuk yang DPT lebih dari 1 juta; dengan syarat persebaran minimal 50 persen dari jumlah kecamatan yang berarti untuk di Kota Mojokerto minimal tersebar pada dua kecamatan dari tiga kecamatan yang ada.

Baca Juga :  Bearing Bersama Dinas Pendidikan ,Komisi C. Sebut Ada Kelebihan Silpa

“Jika melalui jalur perseorangan atau independen pada Pilwali Kota Mojokerto tahun 2024, syarat dukungan minimal sekitar 10 ribu yang tersebar pada dua kecamatan dari tiga kecamatan yang ada,” ungkap Yagus R. Jaedi seraya menyebut pada Pilwali Kota Mojokerto tahun 2018 yang lalu tidak ada Cawali – Cawawali yang melalui jalur perseorangan. Akan tetapi hanya ada empat (4) pasang calon yang diusung partai politik yaitu Akmal Budianto – Rambo Garudo yang diusung PDIP, dan untuk Pilwali Kota Mojokerto 2024 nanti PDIP juga bisa mengusung Cawali – Cawawali sendiri karena memenuhi syarat minimal untuk bisa mengusung secara ‘mandiri’ yaitu minimal dengan lima (5) kursi.

Sekadar catatan dalam Pilwali Mojokerto tahun 2018 Ika Puspitasari – Rizal yang menang meskipun dengan ‘hanya’ mendapatkan 23.644 suara atau sekitar 32,85 persen. Perolehan suara dalam Pilwali Mojokerto pada tahun 2018 adalah sebagaimana berikut dibawah ini.

Ika – Rizal mendapat 23.644 suara atau 32,85 persen; lalu Akmal Budianto – Rambo Garudo memperoleh 19.853 suara atau 27,58 persen; lantas Andy – Ade mendapatkan 19.477 suara atau 27,06 persen; dan Warsito – Moeljadi memperoleh 9.012 suara atau 12,52 persen. “Saya yakin jika Gus Milenial Ashari mau maju Calon Walikota Mojokerto 2024 maka akan mudah mendapatkan suara lebih banyak daripada itu semua,” ungkap Yagus R. Jaedi. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).

Tinggalkan Balasan