Peredaran Narkotika di Kota Santri Kian Menjadi

Jombang, tarunanews.com – Peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Jombang kian hari semakin memprihatinkan hal itu dibuktikan dengan tertangkapnya 41 tersangka dengan 36 kasus penyalahgunaan narkotika selama bulan januari tahun 2021.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho saat konferensi pers pada senin (1/2/2021) di Mapolres mengatakan, menangkap puluhan tersangka dengan kasus narkotika dengan barang bukti sabu, pil double L, bong kaca (pipet), hp, timbangan dan uang, katanya.

Advertisement

“Barang bukti yang disita sabu seberat 13,12gr, 133 butir pil double L, enam buah pipet kaca, 20 unit HP, delapan buah alat hisap, enam unit timbangan dan uang sebesar Rp1.703.000″.

Kasus dari Polsek jajaran terdapat 15 kasus, 16 tersangka, barang bukti yang diamankan, Sabu seberat 20,09 gram, 3079 butir pil dobel L, sembilan buah pipet kaca, 10 buah korek api, 33 unit HP, 11 alat hisap, tiga unit timbangan, empat unit sepeda motor yang digunakan tersangka dan uang sebesar Rp3.263.000.

Advertisement

Masih kata Kapolres, saat ini kasus Sabu Sabu mengalami peningkatan, setelah kita evaluasi penyebab utama faktor ekonomi. Situasi pandemi covid-19 banyak orang menjalankan transaksi narkoba.

Baca Juga :  Polres Lamongan Gelar "Gebyar Expo pengembalian barang bukti hasil kejahatan

“Kita akan terus adakan evaluasi lokasi mana saja yang sering dijadikan ajang transaksi narkoba, dapat disimpulkan nilai barang bukti keseluruhan dalam bulan Januari mencapai ratusan juta, mengalami peningkatan 100% daripada bulan desember tahun 2020,” tuturnya Kapolres.

Advertisement

Sementara itu yang menarik perhatian, satu tersangka perempuan berhasil diamankan oleh Kasat Narkoba Polres Jombang AKP Moch. Mukid SH, berinisial MR (22) sudah lima bulan menjalankan aksinya. Tersangka merupakan jaringan Kabupaten Mojokerto.

“Setelah kami periksa, seminggu bisa mengambil 2 kali sesuai pesanan, tiap transaksi 5 – 10gr”, jelas Mukid SH.

Advertisement

Nilai pembelian Rp900.000 per gram, dijual lagi seharga Rp1.300.000, keuntungannya
Rp400.000, mereka melakukan transaksi dengan sistem ranjau.

Baca Juga :  Inspektorat Nias Barat Bentuk Tim Audit Proyek Sahabandar Sirombu

“Setelah kita dalami ternyata ada keterkaitan dengan jaringan lapas porong. Kita akan berkoordinasi dengan lapas porong, mengkroscek nomor yang dipakai pengantar mengambi, bila cocok langkah selanjutnya menetapkan tersangkanya,” ungkapnya.

Advertisement

Tersangka menjalankan aksinya karena terdesak faktor ekonomi, dimasa pandemi Covid-19 ini para tersangka kesulitan mencari pekerjaan dan untuk mendapatkan uang secara instan, mereka mengedarkan narkoba, pungkas Mukid.(WAG)

Advertisement

Tinggalkan Balasan