Kaget Bu Daim SMK Hayam Wuruk Respon Sinergi Ny Putri Suastini Koster Isteri Gubernur Bali, Gde Artawan, Dewa Putu Sahadewa, Dan Wayan Jengki Sunarta Pro Puisi

SURABAYAtarunanews.com,  Banyak pihak kaget ketika mengetahui bahwa yang getol untuk gerakan literasi salah satunya melalui lomba tulis puisi, sesuatu yang langka, yang melibatkan guru saat ‘menjelang’ pandemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) maupun pada saat pandemi Covid-19 (yang masih berlangsung hingga kini) adalah Ni Luh Putu Putri Suastini (Ny Putri Suastini Koster) yang tak lain adalah isteri Gubernur Bali (2018-2023) I Wayan Koster, bersama para sejumlah tokoh ‘penggerak’ puisi dari Bali termasuk Gde Artawan, Dewa Putu Sahadewa, Wayan Jengki Sunarta. Juga ada Gede Arsa, Komang Edy, Agus Satria. Kurang lebih hal tersebut diungkapkan R. Karsa dalam diskusi terbatas di Surabaya kemarin (12/01/2021).

Advertisement

Lomba Tulis Puisi Untuk Guru dilakukan Ny Putri Suastini Koster bersama Gde Artawan dkk pada tahun 2019, lalu pada Januari 2020 dari hasil lomba itu dibukukan dan dilakukan launching. Lantas gebrakan diperbesar dengan Lomba Tulis Puisi untuk guru se-Indonesia (bukan se-Bali lagi, red.) pada tahun 2020 dan hasil lomba juga telah dibukukan serta dilaunching pada bulan Oktober 2020. Sedangkan secara pribadi Ny Putu Putri Suastini Koster juga terus menghasilkan karya termasuk puisi, serta sejumlah buku kumpulan puisi (antologi puisi) diantaranya berjudul RUMAH MERAH. Bukan karena sebagai isteri Gubernur Bali, tapi karena memang sejak usia anak-anak telah berkarya seni.

Advertisement

Menurut R. Karsa, sejumlah gebrakan tersebut telah dilakukan oleh Ny Puteri Suastini Koster bersama Gde Artawan dkk, dalam hal seni dan puisi, dimana yang dilakukan Ny Putri Suastini Koster seharusnya bisa ditiru kalangan pejabat di daerah-daerah lain, dimana Bali yang berpenduduk sekitar 4,3 juta jiwa serasa tiba-tiba menjadi kiblat saat di sekitar pandemi Covid-19, dalam hal puisi. R. Karso pun memiliki harapan hal tersebut ke depan juga dilakukan oleh Walikota Surabaya terpilih Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji dimana Surabaya yang merupakan Pemerintahan Kota akan tetapi jumlah penduduknya sekitar 3,15 juta jiwa yang terpaut tidak jauh dibandingkan jumlah penduduk Provinsi Bali yang 4,3 juta jiwa.

Advertisement

“Yang kebetulan ada kesamaan, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati berasal dari partai PDIP (meskipun dalam hal seni dan puisi tidak terkotak-kotak partai, red.), begitupun Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji juga dari PDIP,” ungkap R. Karsa seraya menyebut ada salah satu tim utama Walikota Eri Cahyadi – Wawali Armuji yang meninggal setelah kemenangan yaitu Bambang Smit, dimana keluarganya didukung berbagai tokoh Surabaya, sedang menyiapkan Bambang Smit Center dengan berbagai rencana bidang kegiatan termasuk olahraga (sepakbola dll) juga seni dan budaya termasuk soal puisi serta lukisan. Bambang Smit Center salah satunya dimotori Dimas Yopu Perwiranusa putra Bambang Smit, diantaranya dengan Media Officer (MO/humas) Siswahyu Kurniawan.

Baca Juga :  Exploring Blitar, Liburan Yok Ke Blitar

Pada kesempatan terpisah Herdi pemerhati masalah sosial mendukung apa yang disampaikan R. Karsa, apalagi juga disebut mengenai sejumlah rencana acara yang akan dilakukan Bambang Smit Center yang diantaranya soal puisi dengan bisa saja kemungkinan kerjasama dengan Bali. Herdi menyebut di Surabaya khususnya dan di Jawa Timur umumnya, sejak sebelum pandemi Covid-19 telah terjadi penurunan aktivitas berkesenian apalagi puisi, dan lebih parah saat Covid-19 seolah-olah tak ada prakarsa aktivitas. Menurut Herdi, gerakan puisi di Bali oleh Ny Putri Suastini Koster bersama Gde Artawan dkk yang menggaung, menjadi bagian inspirasi.

Advertisement

Hal kurang lebih sama disampaikan Bu Daim pemilik SMK Hayam Wuruk, Gondang, Mojokerto, Jawa Timur. Bu Daim kaget dengan aktivitas gerakan puisi yang dilakukan Ny Putri Suastini Koster bersama Gde Artawan dkk yang terus berjalan meskipun dalam suasana Covid-19 dan harus dengan Protokol Kesehatan. Ny Putri Suastini Koster, kelahiran 27 Januari 1966, pun mencuat dikenal sebagai salah satu tokoh puisi Bali kini.

Baca Juga :  Polres Mojokerto Gelar Konferensi Pers Penyebar Video Hoax Perkelahian Pelajar Yang Viral

“Padahal kami yang memiliki ide sejak sebelum Covid-19, lantas ada Covid, sehingga belum terlaksana termasuk Lomba Tulis Puisi Ke Bali Majapahit,” ungkap Bu Daim seraya menyebut di SMK Hayam Wuruk miliknya, direncanakan disediakan tempat istirahat dalam jumlah tertentu untuk memfasilitasi teman-teman dari Bali jika ‘ziarah’ ke para leluhur Bali yang ada di Mojokerto termasuk ke tempat-tempat yang berhubungan dengan Raden Wijaya pendiri Majapahit, Hayam Wuruk dan lain-lain.

Advertisement

Bu Daim sangat salut hormat atas yang dilakukan Ny Putri Suastini Koster bersama Gde Artawan dkk sehingga bisa menginspirasi di Jawa Timur, apalagi Bali memiliki keterkaitan yang erat dengan Mojokerto dimana Mojokerto merupakan pusat Kerajaan Majapahit. Dan Bali merupakan salah satu benteng terakhir utama Majapahit lebih-lebih soal seni dan budaya, sehingga tak mengherankan Bu Daim dkk sempat ada ide soal Ke Bali Majapahit.

Baca Juga :  Budi Arie Setiadi Menteri Desa PDTT Kunjungi Mojokerto Hari Ini, PROJO Se-Jatim Dan Mojokerto Turut Menyambut

Hal kurang lebih sama juga disampaikan Siswahyu Kurniawan jurnalis, perlu inspirasi dan penggerak.

Advertisement

“Inspirasi dan penggerak sangat penting. Ingat Ny Putu Suastini Koster, kami juga jadi ingat Mbak Mega (Megawati Sukarnoputri) dengan inspirasi dan gerakan, meskipun masing-masing memiliki proporsi yang berbeda saat ini,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang jauh sebelum reformasi, sejak sekitar tahun 1992, kebetulan juga bergerak mendukung Megawati Sukarnoputri ini hingga tanpa sadar putri-nya, Khansadinah Nadah Wahyuda (Dinah) memiliki tanggal lahir yang sama dengan Megawati Sukarnoputri yaitu 23 Januari. Tapi Dinah lahir 23 Januari 2004 dan sejak tahun 2019 diterima masuk ikatan dinas Menteri Perhubungan, sedangkan Megawati kelahiran 23 Januari 1947. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *