Menjelang Pergantian Tahun, Operasi Yustisi di Jombang Semakin Diperketat

JOMBANG | tarunanews.com – Menjelang Malam Pergantian Tahun baru serta dimasa wabah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir dan wilayah Kabupaten Jombang sampai saat ini angka pasien Covid-19 semakin tinggi hingga membuat Kabupaten Jombang menjadi zona merah, membuat jajaran Polres Jombang intensifkan operasi yustisi untuk menekan penyebaran virus corona.

Dalam Operasi Gabungan Yustisi penindakan dan penertiban masyarakat yang tidak memakai masker dalam implementasikan Inpres Nomor 17 Tahun 2020, Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020, serta Perbup Nomor 57 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus corona.

Advertisement

AKP Moch Mukid SH mengatakan, operasi yustisi ini kita lakukan hari ini dan terus menerus akan menggelar operasi yustisi, seperti saat ini di Bundaran Ringin Contong dan Perempatan Sambong, serta menghimbau agar tidak melakukan kegiatan dimalam Pergantian tahun, seperti pesta, berkerumun, konvoi atau arak- arakan kendaraan bermotor, serta diberlakukannya jalur physical distencing mulai pukul 19.00 wib – 04.00 wib, Ujarnya pada awak media Kamis (31/12/2020).

Baca Juga :  Sinergi Indonesia Maju (SIM) bersemangat merayakan HUT RI di tengah gempuran Covid-19

” Operasi yustisi untuk pencegahan penyebaran virus corona hari ini kita lakukan di dua tempat dan malam hari ini kita juga melakukan patroli siaga untuk menghimbau masyarakat agar tidak merayakan pergantian tahun baru dimasa pandemi Covid-19, seperti mengadakan pesta, konvoi kendaraan bermotor maupun kerumunan, serta melakukan penutupan jalur physical distencing mulai pukul 19.00 Wib – 04.00 wib ”

Advertisement

Masih Kata Kasatresnarkoba, dalam operasi yustisi terjaring 23 orang pelanggar prokes, dan adapun beberapa pelanggar yang disita KTP, sanksi sosial, dan teguran lisan, imbuhnya

” Operasi yustisi kita lakukan pada pagi dan sore hari kita mendapatkan 23 orang pelanggar prokes, dan kami sita KTP sebanyak 3 orang, sanksi teguran 15 orang dan sanksi sosial 5 orang, seperti push up maupun menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya ”

Advertisement

Dalam operasi gabungan tersebut juga mensosialisasikan untuk sering mencuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak (physical distencing), kegiatan tersebut diikuti oleh TNI, satpol PP, Dishub. Adapun tempat yang menjadi sasaran operasi adalah tempat yang rawan orang tidak mematuhi protokol kesehatan.(WAG)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *