Pencemaran Sungai Sekampung Terulang Kembali, Diharapkan Pihak DLH Serius Menanggapi

 


Lampung Timurtarunanews.com, Setelah kemaren tangal 07/11 Gerakan Peduli Sungai Sekampung (GPSS) turun kelokasi untuk telusuri asal muasal cairan hitam pekat yang ada di sungai Sekampung, hal serupa terjadi lagi hari ini. Rabu (11/11/2020)

Advertisement

Dan kemaren tanggal 10/11/2010 Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lakukan pengecekan dan pengambilan sample air, tetapi diduga informasi tersebut bocor sebelum DLH turun, dan kondisi air sungai Sekampung kemaren 10/11 sedikit jernih dikarenakan cairan limbah yang sudah turun dan mengendap didasar sungai.

Advertisement

Walaupun sudah dipublikasikan oleh beberapa media Online mengenai pencemaran sungai ini, rupanya oknum yang tak bertanggungjawab masih saja gencar melakukan pembuangan limbah beracunya ke aungai Sekampung.

Baca Juga :  MZK Pictures Siap Dukung Kebebasan Pers Lewat Film Omelette

Kalau terlihat dari banyak ikan yang mati akibat cairan limbah itu, bisa dipastikan bahwa limbah tersebut memang cukup banyak dibuangnya, karena kemaren mereka tidak ada buang disebabkan DLH yang turun untuk ambil sample air.

Advertisement

Salah seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kalau hal seperti ini terjadi terus, bisa jadi nantinya anak cucu kita tidak akan bisa merasakan strike (istilah dalam memancing).”ujarnya

Advertisement

Betapa tidak, ratusan bahkan ribuan ikan mati akibat limbah tersebut, bahkan sampai ke ikan Sapu-sapu yang terkenal bisa hidup meskipun dalam kondisi air yang beracun pun ikut mati ulah limbah ini, ini menunjukkan betapa berbahayanya limbah yang dibuang oleh oknum tersebut.

Baca Juga :  LPKN hadir memberikan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Kurang Mampu melalui Posbakum Pemerhati

Seharusnya setiap perusahaan sebelum mereka mendirikan pabrik, harus melewati beberapa tahapan termasuk dampak pengolahan limbah terhadap warga dan lingkungan sekitar.

Advertisement

Pihak terkait seperti nya hanya “Tebar Pesona ” saja,mereka sudah berulang kali melakaukan uji lab terhadap air sungai sekampung, tetapi tetap saja tidak ada action nya selalu mengambang tak ada tindakan tegas ataupun penyelidikan lebih lanjut. (T2)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *