Kelana Aprilianto Cabup Sidoarjo Nomor 3 Dan Pungkasiadi Cabup Mojokerto Nomor 3 Diprediksi Menang, Kok?

SURABAYAtarunanews.com, Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 diikuti tiga pasang calon yaitu Bambang Haryo Soekartono – M. Taufiqulbar nomor urut 1 diusung Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat, PPP; Paslon Ahmad Muhdlor Ali – Subandi diusung PKB dan didukung Nasdem; sedangkan Paslon nomor urut 3 Cabup Kelana Aprilianto dan Cawabup Dwi Astutik diusung PDIP dan PAN serta didukung Hanura, PKPI, Perindo, PBB, Berkarya, Gelora.

Advertisement

Untuk Pilbup Mojokerto diikuti tiga paslon yaitu Ikfina Fahmawati – M. Al Barra diusung Demokrat, PAN, dan Nasdem serta didukung Hanura, PKS, Gerindra; lalu Yoko Priyono – Choirun Nisa diusung Golkar dan PPP; sedangkan paslon nomor urut 3 Cabup Pungkasiadi dan Cawabup Titik Masudah diusung PDIP, PKB, PBB serta didukung Perindo, PKPI, Berkarya, PKPI.

Dalam diskusi terbatas di Surabaya kemarin menurut Bambang Smit pemerhati masalah sosial-politik Jawa Timur yang juga dekat La Nyalla Mattalitti ketua DPD RI, para Calon Kepala Daerah (Cakada) di daerah-daerah tersebut yang diusung PDIP memiliki peluang besar untuk menang. Kok? Menurut Bambang Smit, diantaranya karena mendapat sejumlah keuntungan. Diantaranya karena efek dari soliditas saat Pemilihan Presiden 2019 yang dimenangkan oleh Joko Widodo – Maruf Amin masih membekas kuat dengan perspektif Jokowi sebagai PDIP.

Advertisement

“Kemenangan telak Jokowi – Maruf Amin di Surabaya – Sidoarjo – Mojokerto yang dikoordinasi PDIP, kemenangan rata-rata diatas 70 persen dan jauh melebihi angka kemenangan nasional Jokowi yang hanya sekitar 55,5 persen, merupakan poin tersendiri yang akan menjadi potensi kemenangan luar biasa bagi Calon Kepala Daerah di Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto, apalagi saat dimaksimalisasi,” ungkap Bambang Smit yang juga pimpinan terbesar Aliansi Ormas Dan LSM (AOM) se-Jatim.

Baca Juga :  Yoko Priyono Cabup Mojokerto Didukung Warga Pacet, Trawas, Mojosari Dan Lainnya, Dengan Program Ribuan Lapangan Kerja

Pada bagian terpisah Mustofa Forum Pemuda Bersatu menyebut Cabup Sidoarjo Kelana Aprilianto dan Cabup Mojokerto Pungkasiadi, mendapat keuntungan tidak hanya dari efek Pilpres yang diraih PDIP namun jauh lebih diperkuat dengan kecenderungan mengerucutnya berbagai elemen NU yang lebih mendukung Kelana Aprilianto (penasehat RMI PWNU Jatim yang pernah jadi Bendahara Pemuda Pancasila Jatim) dan Cawabup Dwi Astutik (tokoh Muslimat NU) di Pilbup Sidoarjo, serta mengerucut pula dukungan NU cenderung untuk Pungkasiadi dan Cawabup Titik Masudah di Pilbup Mojokerto. “Bahkan dalam Pilbup Mojokerto, Pungkasiadi pun pernah mengungkapkan dalam Debat Pertama di JTV bahwa didukung mulai dari PCNU, PWNU Jatim bahkan hingga PBNU pusat. Ini tentu dukungan yang luar biasa,” ungkap Mustofa.

Advertisement

Sedangkan mengenai Pilbup Sidoarjo, Cabup Kelana Aprilianto diperkuat pula dengan bergeraknya berbagai elemen NU yang terus-menerus mendukung. “Lebih-lebih Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik aktif humble membaur dengan masyarakat. Bahkan dalam berbagai survei sejak awal tahun 2020 hingga saat ini, Kelana Aprilianto unggul karena dari awal konsisten mengintroduksi program-program untuk pembangunan Sidoarjo menjadi lebih baik dan pro rakyat. Tapi tetap jangan lengah,” tambah Mustofa yang juga aktivis Jatim ini.

Baca Juga :  BANGUN SINERGITAS, BPH KOMNAS RONDANET 110 MABES POLRI dengan BPH DPP GIAN & MC3 TANDA TANGANI MOU

Terpisah Siswahyu Kurniawan penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto, diantara yang perlu diapresiasi di Pilbup Sidoarjo dan Mojokerto, dengan adanya minimal tiga paslon menjadikan tingkat ketegangan yang relatif kondusif. Namun yang perlu diwarning, agar jangan ada perangkat penyelenggara Pilkada yang terlibat dukung-mendukung meskipun kadang juga sulit. Namun menurut Siswahyu Kurniawan, harusnya demokrasi kita dikembalikan kepada awal yang disampaikan oleh para tokoh yang mengawal lahirnya Proklamasi 17 Agustus 1945 dimana demokrasi kita adalah Demokrasi Permusyawahan dan bukan Demokrasi Liberal seperti saat ini yang kebablasan, yang menjadikan kecenderungan konflik yang terus-menerus sehingga melupakan esensi pembangunan yang berdasarkan cita-cita Proklamasi.

Advertisement

“Yang lebih penting sesungguhnta adalah kondusifitas daerah dan negara, untuk mewujudkan cita-cita proklamasi yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga penulis buku biografi Asmuni-Srimulat (almarhum) yang juga pernah mendapatkan beasiswa Community Development di Asian Social Institute (ASI) di Manila, Filipina. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Sis).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *