BMB Bersama Tim Hukum Yusuf – Riza Audiensi Dengan Kapolresta Banyuwangi

BANYUWANGItarunanews.com, Kasus postingan berisi dugaan ujaran kebencian dan berita hoaks dalam postingan akun FB bernama Eny Laros Setiawati, terus menggelinding. Tak cukup dengan melakukan pengaduan, Forum Pemuda Banyuwangi Muda Bersatu (BMB), Kamis (19/11/2020) mendatangi Mapolresta Banyuwangi.

Advertisement

Dengan didampingi Tim Hukum Cabup Cawabup Banyuwangi, Nomor Urut 1, Yusuf – Riza, BMB menggelar audiensi dengan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin.

Ada dua perkara yang menjadi pembahasan. Tentang unggahan akun FB Eny Laros Setiawati dan tindakan Komisioner Bawaslu Banyuwangi, yang membagikan potongan video yang dinilai telah menyudutkan Cabup Yusuf Widyatmoko.

Advertisement

“Dalam audiensi kami membahas pengaduan kami kemarin, dan Bapak Kapolresta mengaku sangat mengapresiasi langkah komunikasi kami,” ucap Ketua BMB, Sunandiantoro, Kamis (19/11/2020).

Kepada Kapolresta Arman, lanjutnya, dia menjabarkan tentang unggahan FB Eny Laros Setiawati. Yang disinyalir sengaja diposting guna menyudutkan Cabup Cawabup Banyuwangi, Nomor Urut 1, Yusuf – Riza. Dimana diantaranya berbunyi “Beredar Video 01 ngumpulin uang saksi dg cara sawer. Duhhh SAKSI itu RESIKO TINGGI, kok bayarannya SAWERRRR. Takuttt”.

Advertisement

“Relawannya yo manuttt ae, soale blg buat uang saksi, pdahal itu buat bayar2 utang2 slese pilkada. #1koplak”. Serta beberapa postingan lain, yang tak kalah pedas.

Baca Juga :  Heru Ariwanto Terpilih Menjadi Ketua Umum KONI Kabupaten Jombang Periode 2021-2025

Sunan, sapaan akrab Sunandiantoro menyampaikan, postingan FB bernama Eny Laros Setiawati tersebut diduga menyerang aksi patungan ratusan pemuda anggota BMB untuk membantu biaya saksi independen peserta Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi, Nomor Urut 1, Yusuf – Yuriz, yang digelar di tempat wisata Alam Indah Lestari (AIL), Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Minggu (15/11/2020) lalu.

Advertisement

Padahal, gerakan tersebut bertujuan membentengi pesta demokrasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2020 dari perilaku money politic.

“Alhamdulillah, dengan argumentasi serta beberapa bukti pendukung, beliau (Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin), berjanji akan segera menindaklanjuti agar tidak menambah keresahan di masyarakat,” ungkap Sunan.

Advertisement

Sementara itu, Tim Hukum Cabup Cawabup Banyuwangi, Yusuf – Riza, yang diketuai Sugeng Widodo SH, membahas tentang kasus pentas seni Hari Pahlawan di RTH Maron, Genteng, Selasa 10 November 2020 lalu. Dimana Cabup Yusuf Widyatmoko dan Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, diusir didepan publik oleh Ketua Panwascam Genteng, Catur Mariyati.

Baca Juga :  Dewan Pers Prihatin Terhadap Pemidanaan Pimred Banjarhits.id

Dan aksi pengusiran dilakukan dengan tanpa melibatkan pihak kepolisian dan Satpol PP. Tak pelak, kegaduhan pun terjadi. Pihak panitia pentas seni Hari Pahlawan, masyarakat dan relawan Cabup Cawabup Banyuwangi, Nomor Urut 1, langsung protes keras kepada Ketua Panwascam Genteng.

Advertisement

“Kegaduhan tersebut sempat diabadikan dalam rekaman video,” kata Sugeng.

Yang mengagetkan, Komisioner Bawaslu Banyuwangi, Adrian Yansen Pale atau yang akrab disapa Ansel, tiba-tiba membagikan potongan video kegaduhan RTH Maron tersebut ke grup Whatsaps (WA) wartawan.

Advertisement

“Informasi dilapangan, saat membagikan video ke grup WA wartawan, Komisioner Bawaslu diduga belum turun ke lapangan untuk klarifikasi para pihak. Makanya kasus ini kita bahas karena cukup menarik, tentang kategori informasi seperti apa saja sebenarnya yang bisa dibagikan Komisioner Bawaslu ke wartawan dan masyarakat,” ulas Ketua Tim Hukum Cabup Cawabup Banyuwangi, Nomor Urut 1, Yusuf – Riza, Sugeng Widodo SH. ( Reporter,  Agus WW/Ars )

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *