Dianggap Coreng Nama Desa, Warga Sumberagung Luruk Kantor Desa, Tuntut Oknum Perangkat Desa Mundur

Jombang, tarunanews.com – Warga Desa Sumberagung Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang geruduk balaidesa pada Senin (19/10/2020) pasca kedua perangkat desanya terkena operasi yustisi saat di vila Pacet Kabupaten Mojokerto.

Kedatangan warga ke balaidesa diterima langsung oleh Kades, BPD, serta tiga pilar. Dalam menyampaikan aspirasinya warga Desa Sumberagung melakukan audensi dan warga yang diwakili oleh RW membuat pernyataan yang berisi tuntutan agar kedua perangkat tersebut segera mengundurkan diri.

Advertisement

Pambudi saat diwawancarai awak media mengatakan kedatangannya warga Desa Sumberagung meluapkan aspirasi ketika perangkat desa tidak patut untuk dicontoh, menindaklanjuti menuntut agar kedua perangkat desa tersebut segera untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena telah mecoreng nama baik desa.

Baca Juga :  Ditengah Pandemi Covid 19, Kasus Narkoba di Jombang Turun 75%

” Kami datang kesini menyampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah desa dan BPD, karena kedua perangkat desa tersebut tidak layak menjadi panutan, Dan segera kedua perangkat desa tersebut mengundurkan diri dari jabatannya, karena telah mencoreng nama baik desa “, Ujarnya.

Advertisement

Masih kata Pambudi, Perangkat desa yang berinisial EN sebelumnya sudah pernah melakukan perbuatan yang sama dan sudah membuat surat pernyataan, namun saat ini dilanggar lagi untuk kedua kalinya, mereka berdua sudah berkeluarga, dan jika tidak segera mengundurkan diri warga akan melakukan aksi yang lebih besar.

” Perangkat desa yang berinisial EN sebelumnya telah melakukan perbuatan yang sama, dan sudah membuat surat penyataan dan saat ini dilanggar untuk kedua kalinya, kedua perangkat tersebut masing masing sudah berkeluarga, dan jika tidak segera mengundurkan diri warga akan melakukan aksi yang sama, dan lebih besar ” tuturnya.

Advertisement

Kepala Desa Sumberagung Indiarto mengatakan ada dua oknum perangkat desa diduga melakukan tindakan asusila, dan saat ini menerima aspirasi warga yang diwakili oleh RW dengan tujuan hanya satu agar mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca Juga :  Abdul Ghofur Resmi Pimpin DPRD Lamongan

” Ada dua oknum perangkat desa yang diduga melakukan tindakan asusila, dan saat ini pemerintah desa dan BPD menerima perwakilan dari warga yang tuntutannya hanya satu agar kedua oknum perangkat desa tersebut untuk mengundurkan diri dari jabatannya “, katanya.

Advertisement

Lanjut Indiarto, Kedua perangkat desa tersebut telah membuat surat pernyataan tertulis dan tanpa ada paksaan dari siapapun serta mengakui perbuatannya, pihak pemerintah desa telah siap menerima surat pengunduran diri kedua oknum tersebut, serta pihak Pemerintah Desa maupun BPD menghormati langkah langkah yang dilakukan warga dalam meluapkan aspirasinya.

” Kedua oknum perangkat tersebut telah membuat surat pernyataan tanpa ada paksaan dari siapapun serta mengakui perbuatannya, kami siap menerima surat pengunduran dari oknum tersebut, dan pihak Pemdes maupun BPD menghormati langkah langkah warga Sumberagung dalam menyampaikan aspirasi “, Pungkasnya(WAG)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *