43 Remaja yang Terlibat Aksi di Jombang Tak Kantongi Izin, Diamankan Polisi

Remaja yang terlibat aksi di Jombang saat dimintai keterangan di halaman depan Mapolres / doc : istimewa

Jombang, tarunanews.com – Sebanyak 43 remaja di Jombang diamankan Polisi lantaran diduga terlibat aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, pada Jum’at (9/10/2020).

Diamankannya 43 remaja ini, dengan tujuan dimintai keterangan, agar Polisi mengetahui tujuan para remaja mengikuti aksi di depan Kantor DPRD Jombang ini.

Advertisement

“Akan kami lakukan penyelidikan, apa tujuannya dan sebagainya” jelas Kapolres Jombang, AKBP. Agung Setyo Nugroho kepada media.

Ditambahkan oleh Agung, sebelumnya Polres Jombang sudah melakukan pendekatan kepada para mahasiswa yang melakukan aksi demo, namun tiba-tiba ditemui para remaja menggenakan seragam yang ikut terlibat pada aksi itu.

Advertisement

“Dari 43 remaja yang diamankan ini, ada yang masih SMP, SMA, SMK, bahkan ada juga yang tidak bersekolah” tambahnya.

Baca Juga :  Apel Pergeseran Pasukan BKO Polda Sumut Untuk PAM Pilkada 2020

Lanjut Agung, selain memintai keterangan, Polisi juga menyita handphone, meniggalkan pakaian dan barang bawaan yang dibawa oleh para remaja itu.

Advertisement

“Adik-adik SMA ini bukan rombongan para mahasiswa yang sudah meminta izin kepada kami untuk menyampaikan pendapat di Kantor DPRD” jelas dia.

Agung juga mengatakan, bahwa aksi demonstrasi ini dilakukan oleh beberapa organisasi mahasiswa ekstra kampus di Jombang, mulai dari PMII, GMNI, HMI dan KAMMI, sesuai izin yang diberikan kepada Polres.

Advertisement

Saat disinggung perihal sanksi yang akan diberikan kepada para remaja dan pelajar yang mengikuti aksi demonstrasi, Agung mengaku masih melakukan pendalaman dan belum bisa berstatmen lebih dalam karena masih dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga :  Di Sela 'Ribut' Soal Komisaris Pertamina, Di Antara Konstituen PDIP Jatim Usulkan Suhari S.Pd Komisaris BUMN

“Akan kami lihat, akan kami lakukan penyelidikan, apabila berbuat anarkis maka akan kami tindak sesuai peraturan yang berlaku” tegas Agung.

Advertisement

Selain melakukan penyelidikan, pelajar yang terlibat aksi di depan Kantor DPRD Jombang ini juga akan di rapid tes.

“Mereka juga kami rapid tes dari tim kesehatan dari sini” tutupnya. (WAG)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *