Sisi Humanis Gus Barra Cawabup Mojokerto, Dadakan Ke Rumah Cakades, Dadakan Sepakbola Dengan Hansamu Yama, Dadakan Ke Dewan Adat

Foto: Siswahyu Kurniawan, Gus Barra, Gus Taji, dan Hansamu Yama

Advertisement

MOJOKERTOtarunanews.com, Tiba-tiba sosok itu dan keluarga mendadak matanya berkaca-kaca, ada rasa terharu, bangga, dan entah perasaan apa lagi yang campur-aduk mendapatkan surprise yang luar biasa, apalagi dirinya hanyalah seorang mantan Calon Kepala Desa (Cakades) yang kalah tipis saat Pilkades meskipun sebenarnya tak punya dana untuk maju Cakades tapi karena desakan banyak masyarakat lantas dia pun maju Cakades di kawasan wilayah Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Kurang lebih hal tersebut diungkapkan Roni P., generasi muda yang juga pernah menjadi Cakades.

Roni P., pun menirukan ucapan Sang Cakades itu sebut saja sebagai Pak KR: “Ibaratnya saya kalah tipis, karena ibaratnya ndak pakai dana sama sekali tapi dapat suara sangat banyak menurut masyarakat,” ungkap Pak KR di kawasan wilayah Kecamatan Pacet yang menurut Roni P., enggan disebut namanya, yang kini hidup sederhana namun masih terus-menerus menjadi jujukan masyarakat untuk curhat dalam berbagai hal kehidupan berbangsa dan bernegara.

Advertisement

Yang menjadikan Sang Kades dan keluarganya merinding serta trenyuh adalah Muhammad Al Barra (Gus Barra) yang tiba-tiba datang ke rumahnya bersama Ikfina Fahmawati dan sejumlah orang pengiring dalam jumlah terbatas sekitar sepuluh orang. Gus Barra dkk itu tiba-tiba datang silaturahmi. Serasa mendadak dan mengejutkan. Hal tersebut terjadi jauh-jauh hari sebelum Ikfina Fahmawati – Muhammad Al Barra (IKBAR) secara resmi mendaftar ke KPUD Mojokerto dengan diusung 19 kursi partai politik yang terdiri dari Demokrat (5), PKS (4), Gerindra (3), Nasdem (3), PAN (2) dan Hanura (2). Pendaftaran di KPUD Mojokerto dilakukan pada 4 September 2020.

Baca Juga :  Pesona Api Biru Kawah Ijen Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 50 Persen

Semenjak usai kedatangan Gus Barra dkk itu, rumah Pak KR secara terus menerus didatangi orang, banyak. Ada yang menyebut Pak KR sebagai tim, padahal bukan (belum, red.). “Kualahan juga dengan banyaknya tamu yang datang ke rumah dari hari ke hari,” ungkap Pak KR yang hidup sederhana namun mendapat kepercayaan dari banyak masyarakat. “Yang jelas saya trenyuh, kagum, dengan tiba-tiba Gus Barra dkk datang ke rumah saya. Kucing saya juga dipangku Bu Ikfina,” ungkapnya, seraya menyebut banyak kepala desa dari berbagai kecamatan maupun berbagai elemen masyarakat yang datang.

Advertisement

Hal lainnya sisi humanis Gus Barra ketika tiba-tiba datang ke rumah Nono mantan Kepala Desa Sampangagung, saat acara Dewan Adat. Kurang lebih hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ahmad Taji (Gus Taji) tokoh yang disegani di Mojokerto dan secara luas, yang memiliki jaringan nasional. Kedatangan tersebut secara surprise. “Kami undang semua pihak yang pada waktu itu kemungkinan akan maju Cabup-Cawabup, diluar dugaan Gus Barra hadir. Tapi semua kita undang karena seni budaya adalah universal,” ungkap Gus Taji menyebut Gus Barra yang hadir bersama Ikfina Fahmawati ketika itu.

Baca Juga :  Evaluasi RPJMD Kabupaten Jombang dan Renstra PD Tahun 2018-2023 Mulai Disosialisasikan

Sumber lain di kalangan sepakbola Kabupaten Mojokerto, juga menyatakan surprise saat Gus Barra yang hobi sepakbola itu mengadakan latih-tanding di lapangan Menanggal, Mojosari. Sisi humanisnya terasa. Lebih surprise ketika latih-tanding sepakbola itu, secara pertemanan menghadirkan pesepakbola nasional, Hansamu Yama Pranata yang kini bermain untuk klub Liga 1 nasional, Persebaya Surabaya. Keakraban pun terjalin lebih erat.

Advertisement

Terpisah, menurut Siswahyu Kurniawan penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto, sosok Gus Barra yang muda dan energik, lulusan Al Azhar Mesir, meskipun baru kali ini terjun dalam politik praktis, namun feeling-feeling-nya sebagai generasi muda mencuat sebagai kreativitas karena humanisnya.

“Padahal KH. Asep Saifuddin Chalim sang ayahanda mengakui, sebelumnya tidak terbayang bahwa Gus Barra akan maju Cawabup. Sehingga ketika dilamar oleh pihak Djafaril mertua Ikfina, Kyai Asep dan keluarga membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mengkonsolidasikan kepada seluruh keluarga. Baru kemudian memutuskan,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga humas klub sepakbola Bajul Ijo FC Surabaya ini, seraya menyebut ada sisi unik bahwa kemudian Kyai Asep setuju Gus Barra menjadi Cawabup diantaranya karena ada isyaroh melalui mimpi jauh-jauh hari sebelum ada ‘lamaran’ dari Ikfina Fahmawati dan keluarga. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Sis).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *