Eko Ari, Siswahyu Kurniawan dan Taufik Pro Danurwindo, Pesepakbola U-13 Kebawah Jangan Pakai Lapangan Dewasa

SURABAYAtarunanews.com,  Olahraga sepakbola memang menjadi salah satu olahraga nomer satu yang digemari hampir seluruh rakyat Indonesia. Meskipun mengenai sarana dan prasarana tergolong banyak yang belum sesuai kebutuhan, apalagi lapangan sepakbola yang standar khusus untuk usia dini termasuk untuk U-13/U-12 kebawah, jumlahnya sangat terbatas. Padahal ketersediaan lapangan yang sesuai kelompok umur (KU) sangat penting, apalagi untuk KU 13/ KU 12 – KU 10 merupakan usia yang sangat strategis untuk diberi sebanyak mungkin up-grade skill, teknik permainan (bukan fisik, red.).

Advertisement

Belum lagi ‘perilaku’ pelatih yang dalam melatih masih belum memadai dan cenderung kurang menyesuaikan perkembangan, lebih-lebih pelatih model ‘lama’ yang merasa bisa namun sesungguhnya telah ketinggalan. Tak jarang KU usia dini yang digenjot fisiknya oleh para pelatih model ‘lama’, hal tersebut juga sebagaimana disampaikan oleh pelatih muda berbakat Yopie P., yang menangani SSB di Surabaya dan sedang mempersiapkan klub Liga 3 Bajul FC Surabaya.

“Ya, harus diakui masih banyak pelatih (model ‘lama’, red.) yang nggenjot latihan fisik terhadap para pesepakbola usia dini, sehingga ketika menjelang remaja, para pesepakbola tersebut sudah tidak bisa berkembang lagi,” ungkap Yopie P., didampingi manejer klub Bajul Ijo FC, Bambang Smit ketika ditemui di Surabaya kemarin.

Advertisement

Hal kurang lebih sama juga dalam berbagai kesempatan disampaikan oleh Danurwindo yang berpuluh tahun menjadi Direktur Teknik (Dirtek) PSSI pusat, yang saat ini menjabat Penasehat Dirtek PSSI pusat. Sedangkan untuk Dirtek PSSI pusat dijabat Indra Sjafri sejak Februari 2020. Bahkan dalam suatu kesempatan Danurwindo menyampaikan, untuk pesepakbola anak Usia 13 (juga U-12 kebawah, U-13 sampai U-10, red.) agar tidak dilatih (bermain, red.) di lapangan sepakbola yang untuk orang dewasa. Dengan kata lain perlu lapangan ukuran khusus, apalagi pada usia tersebut sangat strategis untuk diajarkan secara maksimal skill-skill yang sangat diperlukan dalam sepakbola.

Baca Juga :  Aparat Gabungan di Bumi Wali Gelar Patroli Penertiban Masker

Meskipun juga tidak bisa tutup mata masih banyak pengurus PSSI di berbagai daerah yang juga kurang memahami soal sepakbola usia dini.

Advertisement

“Setelah kita telusuri melalui berbagai pihak, lapangan yang dimaksud yang ideal adalah berukuran 40 meter kali 60 meter (40 X 60), dan maksimal berukuran 50 m X 70 m,” ungkap Siswahyu Kurniawan penulis buku Humor Sepakbola yang kebetulan anaknya Ahmad Dzaki Akmal Yuda (Akmal Yuda) kidal bertinggi 177 cm adalah pesepakbola U-16 Liga 1 Elite Pro Academy yang pernah bermain di Bhayangkara FC U13-U14-U15-U16 (2017-awal 2019), kemudian di Kalteng Putra U-16 Elite Pro Academy/EPA (Februari – April 2019) saat Festival Filanesia di Sawangan Depok, lalu gabung Persebaya U-16 Elite Pro Academy Liga 1 U-16 sejak April 2019.

Baca Juga :  Danramil 0227 Cipocok Kodim 0602/Serang, Perkenalkan Bios-44 Kepada Petani

Untuk di Jawa Timur, salah satu lapangan sepakbola terbaik nasional untuk U-13 kebawah (terutama U-10 sampai U-13, red.), ada di Majapahit Junior Match yang berlokasi di Ngumpak-Jabon, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Di stadion MJM tersebut terdapat dua lapangan standar nasional untuk U-13 kebawah, dengan ukuran masing-masing 40 m X 60 m.

Advertisement

“Kami memang punya harapan untuk ikut menyediakan sarana dan prasarana untuk pesepakbola usia dini. Karena kami menyadari, pembinaan pesepakbola usia dini merupakan fundamental bagi pembinaan sepakboka secara nasional,” ungkap Taufik salah satu Direktur MJM seraya menyebut pentingnya pengembangan skill saat pesepakbola berusia 10-13 tahun, juga seraya membuka peluang kerjasama termasuk tim Media Officer Partner Siswahyu Kurniawan.

Baca Juga :  Emak-emak YES Lovers Sambut Kemerdekaan dengan Pengajian Bersama

Pada kesempatan terpisah, Eko Ari Kriswantoro exco PSSI Kota Mojokerto, kurang-lebih sama dengan Siswahyu Kurniawan dan Taufik yang mendukung salah satu perspektif sepakbola yang disampaikan Danurwindo, untuk pembinaan pesepakbola usia dini, lebih-lebih U-10 sampai U-13 yang sangat vital untuk dikembangkan skillnya. “Kami berharap kehadiran stadion Majapahit Junior Match di Mojokerto, bisa menjadi salah satu pintu menerjemahkan pembinaan usia dini yang disampaikan Coach Danurwindo,” ungkap Eko Ari Kriswantoro yang juga seorang notaris ini, bersemangat mendukung pembinaan pesepakbola usia dini. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Sis).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *