BPBD Jombang : Tercatat 1.781 KK dan 5.955 Jiwa di Kabupaten Jombang Potensi Terdampak Kekeringan

Jombang, tarunanews.com – Tercatat sebanyak 5.955 jiwa di Kabupaten Jombang kekurangan air bersih, dari jumlah jiwa tersebut berada di 6 wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPBD Jombang, H. Abdul Wahab, saat koferensi pers di kantornya, Jum’at (18/9/2020) siang.

Advertisement

Didepan awak media, Kepala BPBD menjelaskan, mengacu pada data BPBD tahun 2019, bahwa di Kabupaten Jombang wilayah potensi kekeringan ada 6 Kecamatan didalamnya ada 12 Desa, di Desa Wonosalam wilayah potensi kekeringan, yakni Desa Sumberjo Dusun Babatan didalamnya ada 13 KK dan 52 jiwa yang mengalami kekeringan.

Sedangkan di Kecamatan Mojoagung wilayah potensi kekeringan ada di Desa Kedunglumpang, Dusun Babatan sebanyak 10 KK dan 40 jiwa. Sedangkan di wilayah Kecamatan Bareng berada di Desa Ngrimbi (Wonorejo) sebanyak 42 KK dan 96 jiwa, Desa Pakel Dusun Pakel Krajan sebanyak 120 KK 480 jiwa, Desa Karangan, Dusun Karangan Wetan sebanyak 158 KK 712 jiwa, sedangkan di Dusun Karangan Kulon sebanyak 98 KK 392 jiwa dan di Dusun Blimbing tercatat 70 KK dan 295 jiwa.

Advertisement

Sedangkan di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo, lanjut Abdul Wahab, wilayah potensi kekeringan ada di Desa Karang Dagangan, Dusun Karangturi, disana ada 130 KK dan 525 jiwa dan di Dusun Karang dagangan tercatat 114 KK dan 453 jiwa.

Baca Juga :  DISNAKER KAB. LUMAJANG SIAPKAN PENDAMPINGAN CALON PMI

Untuk wilayah Kecamatan Plandaan, potensi kekeringan berada di Desa Klitih Dusun Tondowesi sebanyak 119 KK 350 jiwa, Desa Bangsri Dusun Sembung tercatat 375 KK 954 jiwa dan di Desa Jipurapah Dusun Jipurapah tercatat 198 KK 615 jiwa.

Advertisement

Masih keterangan Abdul Wahab, untuk wilayah Kecamatan Kabuh, wilayah kekeringam ada di Desa Marmoyo, Dusun Marmoyo jumlah terdampak sebanyak 138 KK dan 414 jiwa, sedangkan di Dusun Randurejo ada 84 KK dan 252 jiwa yang terdampak kekeringan. Sedangkan di Desa Kedungjati Dusun Kedubgjati sebanyak 112 KK dan 325 jiwa yang mengalami kekeringan.

Dari data itu, kata Abdul Wahab, BPBD Jombang sesuai kapasitasnya, terus melakukan pemantauan bilamana terjadi kekeringan, maka pihaknya langsung melakukan droping air bersih.

Advertisement

“Titik-titiknya kondisional, yang pasti penyaluranya di ecer agar bisa merata dan semua kebagian air bersih” imbuhnya.

Baca Juga :  Jelang HUT TNI ke-75, Personel Sat Brimob Polda Banten Ikuti Donor Darah

Saat disinggung perihal hambatan BPBD dalam lakukan droping air bersih, ia mengaku hal itu lantaran muncul wilayah baru yang tidak masuk dalam data potensi sebelumnya mengakibatkan ketersediaan anggaran tidak mencukupi.

Advertisement

“Namun, BPBD Jombang dengan tetap menggunakan asas profesionalisme dan kemanusiaan, hambatan itu insyaallah bisa kita lalui” tutupnya. (WAG)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *