3 Desa di Jombang Lakukan PAW, Begini Kata DPMD

Jombang, tarunanews.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Jombang Jawa Timur sedang melakukan proses persiapan Pergantian Antar Waktu (PAW) tiga Kepala Desa yang telah meninggal Dunia. tiga Desa tersebut yaitu Desa Karang Pakis Kecamatan Kabuh, Kedungbetik Kecamatan Kesamben dan Desa Wonomerto Kecamatan Wonosalam.

” kami saat ini sedang melakukan proses persiapan PAW (Pergantian Antar Waktu) Di tiga desa tersebut Desa Karang Pakis Kecamatan Kabuh, Desa Kedungbetik Kecamatan Kesamben Dan Desa Wonomerto Kecamatan Wonosalam ” ujar kadis DPMD Sholahudin Saat ditemui diruangannya (16/9/2020)

Advertisement

Pergantian Antar Waktu (PAW) ini dilakukan karena Kepala desanya telah meninggal dunia sebelum masa jabatannya habis.

Baca Juga :  Wali Kota Probolinggo Sidak ke Titik Titik Penjualan Hewan Kurban

Masih kata kadis DPMD masyarakat desa masih meninginkan melaksanakan pilkades serentak, yang menurut masyarakat proses pergantian antar waktu tersebut sangat riskan, kami juga telah menerima saran dari masyarakat semuanya.

Advertisement

” masyarakat masih meninginkan proses demokrasi (pilkades), menurut masyarakan pergantian antar waktu juga sangat riskan jika dilakukan, namun akhir-akhir ini kita memutuskan untuk melakukan pergantian antar waktu berdasarkan aturan perbup ” terangnya.

Untuk aturan lebih rijitnya tentang pelaksanaan pergantian antar waktu, masih kita godok sehingga lebih rinci dan BPD tidak gamang untuk melakukan proses pergantian antar waktu nantinya.

Advertisement

” Aturan pergantian antar waktu saat ini terus kami godok lebih rinci, sehingga BPD tidak ragu-ragu dalam melaksanakan pergantian antar waktu ” jelasnya.

Baca Juga :  Usai Sembuh, Seorang Pasien Covid-19 di Tuban Berbagi Cerita

Proses Pergantian antar waktu akan dilaksanakan secepatnya, apabila aturannya selesai sebelum pilkades maka proses pergantian antar waktu akan kita laksanakan, karena biaya proses pergantian antar waktu ini murni anggaran desa.

Advertisement

” Proses Pergantian Antar Waktu secepatnya kita laksanakan namun juga masih kami masih meihat situasi dan kondisi, apabila aturannya selesai godok, karena biaya untuk proses Pergantian Antar Waktu ini murni dari desa ” pungkasnya

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *