Video Klip Lagu Berjudul ‘Berdusta’ Cipt. Kasat Resnarkoba, Tersirat Makna Inspiratif

Foto : Ketua PMKWJI Muhammad Masrur, ST., dan Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP. Moch. Mukid, SH.

JOMBANG | tarunanews.com – Ketua Perkumpulan Mitra Kerja Wartawan Jombang Indonesia (PMKWJI) Muhammad Masrur, ST., memberikan apresiasi atas karya lagu berjudul ‘Berdusta’ ciptaan Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP. Moch. Mukid, SH.

Menurut ketua PMKWJI yang kerap disapa dengan sapaan Gus Masrur ini, menilai lagu tersebut mempunyai makna tersirat yang begitu mendalam, inspiratif dan patut diapresiasi.

Advertisement

“Saya sangat mengapresiasi karya lagu Cipt. AKP. Mukid ini, disela-sela kesibukan sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba, ia masih tetap bisa berkarya melalui lagu, menyampaikan pesan moral dan menjadi inspirasi bagi masyarakat” Kata Gus Masrur, didepan awak media, Kamis (20/8/2020).

Selain pesan moral, tambah Gus Masrur, didalam video klip lagu yang berjudul ‘Berdusta’ ini, diperankan oleh para Wartawan yang ada di Jombang, hal tersebut menunjukan sinergitas Polri dengan media dalam mitra kerja begitu dekat, sehingga menghasilkan karya yang bisa menginspirasi masyarakat.

Advertisement

“Peran didalam video klip lagu itu, AKP. Mukid melibatkan para jurnalis yang ada di Jombang, sebuah potret sinergitas Polri dengan media, untuk berkarya dan menjadi inspirasi bagi masyarakat” imbuhnya.

Baca Juga :  Ops Yustisi Kembali Digelar, 16 Pelanggar Dihukum Push Up

Advertisement
Video klip lagu berjudul ‘berdusta’ Cipt. Kasat Resnarkoba

 

Terpisah, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP. Moch. Mukid, SH., yang merupakan pencipta sekaligus sutradara Video klip lagu berjudul ‘Berdusta’ ini menjelaskan, bahwa makna tersirat yang ada didalam video lagu itu sangat mendalam, mengisahkan sosok pemuda penjual koran dari keluarga tidak mampu, namun mempunyai impian dan kerja keras sehingga bisa menggapai cita-cita menjadi seorang Polisi.

Advertisement

“Selain makna tersirat, impian dan kerja keras yang membuahkan hasil, didalamnya terselip kisah cinta, antara pemuda penjual koran dengan perempuan anak orang kaya, namun, kisah cinta itu penuh kesedihan lantaran sang Ayah dari perempuan itu tidak menyetujuhi karena sang Ayah tidak mau anaknya menjalin cinta dengan orang miskin” jelas Mukid.

Lanjut Mukid menceritakan, Ayah dari perempuan itu memilih menjodohkan anaknya dengan pemuda kaya raya yang tergambar didalam video klip tersebut mengendarai mobil rubicorn warna kuning.

Advertisement

“Meski demikian, pemuda penjual koran itu tidak ada kata putus asa, ia tetap dalam semangat kerja, diiringi keridhaan dari kedua orang tua, pemuda itu merupakan orang yang sangat berbakti, tawadhu kepada orang tua” imbuh Mukid.

Baca Juga :  DANDIM 0820 Probolinggo Letkol Inf.Imam Wibowo. SE M.I. menjalin silaturahmi dengan mancing bersama di Pantai Giliketapang.

Singkat cerita, pada suatu hari pemuda penjual koran itu duduk istirahat di sebuah Masjid, seusai melaksanakan Sholat, ditengah letih dan lesu wajahnya lantaran seharian berjualan koran, tiba-tiba dihampiri seorang Ulama yang menjadi imam Masjid.

Advertisement

“Pemuda penjual koran itu langsung cerita detail tentang kehidupannya, ia bercerita tentang cita-citanya. Tak lama kemudian datanglah Anggota Polri (Kapolsek bersama Bhabinkamtibmas) ke Masjid tempat ia istirahat dengan tujuan memberikan pemberitahuan jikalau ada pendaftaran penerimaan anggota Polri secara gratis.

“Seketika itu, penjual koran tersebut mengambil formulir dan mendaftar, pada akhirnya, pemuda itu diterimah menjadi anggota Polri dan tidak lagi menjadi penjual koran” paparnya.

Advertisement

Seiring berjalannya waktu, selang lima tahun kemudian, pemuda penjual koran itu bertugas menjadi anggota Polri, singkat cerita, sesuai tanggung jawabnya sebagai oenegak hukum, ternyata target operasi (TO) pelaku kasus narkoba ialah pemuda kaya pengendara rubicorn yang dulu dijodohkan dengan wanita pujaan hatinya.

Baca Juga :  Polresta Sidoarjo Gelar Rakor Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020

“Akan tetapi, laki-laki kaya yang merupakan TO itu mengalami overdosis narkoba dan tewas secara mengenaskan saat pesta sabu” kata Mukid.

Advertisement

“Yang melakukan olah TKP saat itu adalah pemuda mantan penjual koran, seorang perwira yang menjabat sebagai kepala SPKT” lanjut Kasat Resnarkoba.

Setelah olah TKP, Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap jaringan pelaku lain.

Advertisement

Makna tersirat yang dapat kita ambil, kata AKP. Mukid, kita sebagai manusia tidak boleh meremehkan siapapun, terutama orang yang tidak mampu. Selain itu, hidup bergelimang harta jangan sampai terjerumus pada hal-hal yang melanggar hukum salah satunya penyalahgunaan narkoba.

“Pesan tegas dari Kasat Resnarkoba Polres Jombang, jauhi Narkoba!. Narkoba bisa membawamu ke tiga tempat, Rumah Sakit, Penjara dan Kuburan!” pesan tegas AKP. Mukid. (WAG/PMKWJI)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *