Siswahyu Kurniawan Dan Syamsul Dukung Santoso KONI Dan Yusuf Andre if Investor PT-kan Persem Mojokerto

Foto: Siswahyu, Santoso, Syamsul Fuadi, Yusuf Andre

Advertisement

MOJOKERTO – tarunanews.com. Jelang suatu kongres organisasi, entah organisasi apapun termasuk organisasi yang menaungi sepakbola seperti PSSI Kota Mojokerto misal, wajar saja jika timbul riak-riak lebih-lebih yang kecil-kecil termasuk misal saat silang pendapat yang sering kali berawal dari tingkat pemahaman yang tidak merata dan belum ada sinkronisasi ‘tabayun’ dengan pertemuan antar pihak bersama dengan pengurus yang ada pada level yang lebih tinggi misal pengurus tingkat provinsi. Yang penting silang pendapat tersebut bukanlah ombak besar dan bukan tsunami ataupun badai, namun hanya riak-riak yang untuk saling mematangkan pemahaman berorganisasi. Kurang lebih hal tersebut diungkapkan Mustofa dalam diskusi terbatas kemarin malam, Kamis (27/08/2020).

Menurut Mustofa, para pengurus Cabang Olahraga (Cabor) apapun termasuk sepakbola harusnya tidak hanya tahu soal-soal lapangan sepakbola dan sekitarnya, namun juga dituntut harus cepat tanggap, cepat up-grade, apalagi jika banyak aturan-aturan yang berubah yang itu menuntut harus bisa cepat mempelajari. “Jika tidak cepat menyesuaikan dengan aturan, kenyataan dan perkembangan, lalu jika terjebak hanya pada nostalgia-nostalgia masa lalu, maka akan sulit mencapai kemajuan bahkan meskipun hanya untuk sekadar menyeimbangkan dengan daerah lain. Misal contoh soal klub Persem yang milik Kota Mojokerto, harus berani melakukan perubahan,” ungkap Mustofa seraya juga menyebut contoh kecil mengenai aturan yang berlaku belum lama ini mengenai afiliasi SSB (Sekolah Sepakbola) yang harus terdaftar di Asprov PSSI Jawa Timur.

Advertisement

Menurut Mustofa, untuk ke depan, tugas utama PSSI tingkat Kota/Kabupaten adalah pembinaan usia dini/muda terutama usia 17 (U-17) ke bawah. Untuk ke depan juga, meskipun bisa saja cawe-cawe untuk klub Liga 3 (amatir) seperti Persem Mojokerto, namun sudah agak terbatas apalagi jika menyangkut anggaran dari Pemkot dimana Pemkot saat ini kalah peduli dibandingkan pada zaman Walikota Mojokerto dijabat KH.Mas’ud Yunus (almarhum yang baru dipanggil ke Rahmatullah kemarin, red.). Padahal untuk Liga 3 seperti Persem bisa membutuhkan dana sekitar Rp.800 juta hingga sekitar Rp.1,5 Miliar untuk satu musim kompetisi. “Dengan APBD saat ini yang sekitar Rp.1,14 Triliun harusnya Pemkot lebih peduli segala bidang termasuk sepakbola,” ungkap Mustofa yang juga aktivis PP dan Pemuda Garuda Bersatu, PGB, nasional ini.

Baca Juga :  Menjadi Konstituen Dewan Pers SMSI Satukan Perusahaan Pers di Era Baru

Pada bagian terpisah Santoso Bekti Wibowo, mantan Ketua PSSI Kota Mojokerto yang kini menjadi Ketua KONI Kota Mojokerto (periode 2020-2024), dalam beberapa kesempatan menyampaikan hal yang kurang lebih disampaikan Mustofa. Diantaranya bahwa harus lebih fokus pembinaan usia dini/muda, sedangkan untuk klub Persem memang perlu ditangani pihak ketiga dalam hal ini seperti investor.

Advertisement

“Jadi kita harus punya wawasan ke depan, legowo, pada saatnya nanti Persem bisa saja ditangani secara penuh oleh investor. Monggo kalau ada investor, bisa saja Persem di-PT-kan, dengan Badan Hukum PT,” kurang-lebih salah satu hal tersebut diungkapkan Santoso Bekti Wibowo dalam pertemuan terbatas dengan para klub jelang pelaksanaan Kongres Askot PSSI Mojokerto, yang diharapkan oleh para klub agar para pengurus baru Askot PSSI Mojokerto ke depan agar benar-benar lebih peduli memperhatikan sepakbola dan pembinaan pesepakbola usia dini/muda.

Baca Juga :  Polisi Amankan Humas Pertamina Gadungan

Hal kurang-lebih sama juga diungkapkan Syamsul Fuadi mantan anggota DPRD Kota Mojokerto yang juga pemerhati masalah sosial di Mojokerto Raya (Kota/Kabupaten Mojokerto) dan Jawa Timur. Ke depan harus menghargai investor yang peduli pada Persem. Syamsul Fuadi pun menyebut bahwa pada saat Persem ditangani manejemen muda seperti Yusuf Andre beberapa waktu lalu, cukup bagus. “Ke depan saya dukung jika Yusuf Andre tangani manejemen Persem lagi. Kita dukung generasi muda,” ungkap Syamsul Fuadi mantan anggota DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi PDIP yang kini ‘netral’ dari aktivitas politik, seraya menyebut ada perkembangan bagus dengan adanya Majapahit Junior Match (MJM) yang peduli sepakbola usia dini/muda dengan menyediakan stadion mini bertaraf internasional. MJM berkantor di Kota Mojokerto, dengan stadion mini berlokasi di wilayah Kabupaten Mojokerto, sehingga bisa untuk Mojokerto Raya khususnya dan Jawa Timur – nasional – intenasional umumnya.

Advertisement

Siswahyu Kurniawan penulis buku Humor Sepakbola juga mendukung apa yang disampaikan Santoso Bekti Wibowo dan Syamsul Fuadi, ke depan perlu investor peduli, kemudian Persem di-PT-kan. Meskipun misal Pemkot membantu dengan terbatas. “Namun pada intinya Pemkot juga harus peduli, termasuk memberi suasana yang kondusif untuk investor. Juga membantu jejaring. Apalagi jika nanti telah terpilih pengurus Askot Mojokerto yang baru,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang kebetulan juga Sekretaris Komite Pemilihan (Panitia Pemilihan/PANPEL) untuk kongres PSSI Kota Mojokerto, mendukung yang disampaikan Syamsul Fuadi untuk mendukung agar Askot dan Pemkot suporting pihak-pihak peduli sepakbola seperti Yusuf Andre yang sempat menangani Persem Liga 3 dan dengan adanya Majapahit Junior Match (MJM) yang memiliki stadion mini bertaraf internasional, berisi dua lapangan berukuran masing-masing 40 meter X 60 meter yang diantaranya ditangani Eko Ari Kriswantoro. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Sis).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *