Aliansi Mahasiswa menggelar aksi tolak Raperda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)

LAMONGAN-tarunanews.com, Aliansi Mahasiswa Lamongan, Jawa Timur, yang terdiri dari PMll, GMNI, HMI dan Fornasmala, kembali menggelar aksi tolak Raperda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) .

Namun, berbeda dengan dua aksi sebelumnya yang begitu menggebu-gebu berorasi, pada aksi tolak Raperda yang ketiga kalinya tersebut berlangsung dengan konsep Panggung Rakyat di simpang empat pojok Gedung DPRD Lamongan,” Senin (3/8/2020).

Para mahasiswa menyuarakan protes melalui bait-bait puisi serta lagu-lagu bernuansa protes kepada pemerintah, diantaranya lagu berjudul Surat Buat Wakil Rakyat, Bongkar hingga Manusia Setengah Dewa Ciptaan musisi legendaris lwan Fals.

Selain itu, aktivis mahasiswa juga memasang sepanduk berisi penolakan Raperda yang dipasang di papan reklame serta poster-poster berisi hal serupa.

Baca Juga :  17 Wartawan Online Jatim Ikuti Workshop Cara Mudah Menulis Berita

” Kita hari ini membawa komitmen besar dari Aliansi Mahasiswa Melawan. Kita menuntut mengenai apa yang kita suarakan kemarin dan hari ini agar bisa tersampaikan dan bisa menjadi pertimbangan untuk dewan, kita meminta Raperda RTRW ini bisa dikembalikan kepada tim penyusun, karena kami mengetahui di dalam Raperda ini mutlak cacat hukum dan banyak redaksi-redaksi yang tidak sesuai dengan kondisi wilayah,” Kata Koordinator Aksi, A.Nasir Falahuddin.

Bahwa aksi yang mereka gelar tersebut bertujuan untuk menyelamatkan Kabupaten Lamongan selama 20 tahun ke depan dari bahaya mega proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan peta geografis, yang berpotensi melakukan eksploitasi terhadap sumberdaya manusia Kabupaten Lamongan.

Baca Juga :  Siswahyu Kurniawan Sebut Bersaing Ketat Taufiq Mukri, Suprianti, Halikinnor Dan M. Rudini Darwan Ali Di Pilbup Kotawaringin Timur

” Di dalamnya (Raperda RTRW) ada program pembangunan jalan tol,pelabuhan, dan industri-industri besar yang akan digarap. ketika hal ini terjadi betul sesuai dengan kondisi kultur wilayah maka akan menyengsarakan masyarakat Kabupaten Lamongan sendiri. Mahasiswa Lamongan berkomitmen mengawal sampai adanya titik terang pembahasan Raperda yang harus menyesuaikan kondisi kultur wilayah Kabupaten Lamongan,” tuturnya.

Falahuddin menyebutkan , Dalam aksi kali ini,mahasiswa juga melakukan penyegelan Gedung DPRD Lamongan. Menurut Falahuddin , penyegelan tersebut merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap kinerja DPRD Lamongan.

” Kita ada bentuk penyegelan kepada dewan. artinya ini adalah bentuk kekecewaan kami terhadap dewan, karena lemahnya DPRD dalam menyikapi Raperda ini. Kami mengapresiasi Pansus Dua yang menolak Raperda RlPI, artinya apa yang disuarkan mahasiswa ini juga didengarkan, saya harap Pansus satu juga mengambil tindakan tegas sama seperti Pansus Dua,” ucapnya.

Baca Juga :  Ketua Harian MOI : Di Tengah Krisis Covid-19, Pemerintah Harus Hemat Anggaran dan Menunda Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Falahuddin menambahkan, jika aksi tolak Raperda RTRW tersebut tidak di dengar DPRD Lamongan, Aliansi Mahasiswa Lamongan Melawan akan kembali menggelar aksi serupa .” Ketika aksi ini tidak menjadi pertimbangan, maka kami dari Aliansi Mahasiswa Lamongan akan kembali lagi dan akan tetap menyurakan penolakan terhadap Raperda RTRW ini,” Kata Falahuddin.

(Andik p/red)

Tinggalkan Balasan