DPRD Kota Malang Berkunjung Ke DPRD Jombang, Tukar Informasi Penanganan Covid di Pondok Pesantren

Jombang, tarunanews.com – Pandemi Covid 19 menjadikan munculnya kebijakan-kebijakan strategis demi bisa beraktifitas tanpa mengurangi langkah mengikuti protokol kesehatan yang benar. Dalam menentukan kebijakan diperlukan kajian dan riset, demi memaksimalkan kebijakan yang diterapkan di masyarakat.

Seperti yang dilakukan rombongan DPRD Kota Malang dari Komisi D, hari Rabu (15/7/2020) melakukan kunjungan ke DPRD Kabupaten Jombang. Tujuannya sharing tentang penanganan pandemi Covid-19, terutama diperbolehkannya pondok pesatren di Jombang yang mulai aktif.

“Kami ingin saling tukar informasi dan mekanisme penanganan pandemi Covid-19. Jombang dan Malang tidak jauh, selain ada kesamaan sebagai kota pelajar, juga menjadi daerah yang terdampak Covid,” jelas Ahmad Wanedi, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang usai acara.

Kehadiran rombongan yang terdiri atas 11 personil dari berbagai fraksi itu diterima oleh Ketua Komisi B Mulyani Puspita Dewi dan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jombang Rahmad Abidin, di ruang rapat paripurna.

Baca Juga :  Suarakan Amanat Penderitaan Rakyat,Gerakan Soekarno Muda Deklarasi.

Pandemi Covid-19 melanda seluruh negara dan dunia, tetapi kita tidak boleh terbuai dengan kondisi ini, karena itu, kami butuh strateginya. Di Kabupaten Jombang ada kelebihan, kami datang untuk mendapatkan informasi.

Barangkali nanti di Kota Malang ada kelebihan dan Jombang belum tahu bolehlah rekan-rekan DPRD Jombang datang kunjungan di Kota Malang, ucap Wanedi.

Mulyani Puspita Dewi di hadapan tamunya, menjelaskan, siswa pondok sebelum kembali belajar di wajibkan melakukan rapid test secara gratis di Puskesmas terdekat.

Untuk bisa rapid test santri harus punya surat keterangan dari Kepala Desa setempat. Apabila tidak reaktif, maka siswa diperbolehkan kembali belajar di pondok, baik yang mondok di luar Kabupaten Jombang, maupun di daerah sendiri Jombang.

Baca Juga :  PDIP Bersama Dr Sri Untari Bisowarno MAP Ucap Selamat HUT Hari Pers Nasional, Untuk Pers Sinergi Kuatkan Indonesia Hadapi Situasi

“Alhamdulillah, hasil rapid test idak ada yang reaktif, sehingga boleh mulai pembalajaran di pondok,” tukas Dewi, anggota DPRD yang diusung Partai Demokrat Dapil 5 (Kabuh, Ploso, Kudu, Ngusikan, dan Plandaan) ini.

Wanedi yang memimpin rombongan tersebut juga bertanya tentang upaya Kabupaten Jombang dalam hal memberdayakan sektor ekonomi, terutama pelaku usaha mikro.

Rahmad Abidin yang duduk disamping Mulyani Puspita Dewi menjelaskan, anggota DPRD menyampaikan gagasan membantu pelaku usaha mikro, diambilkan pos dana jaring serap aspirasi rakyat.

“Kami hanya mengusulkan, sedang yang melakukan verifikasi dan eksekusi di lapangan yakni dinas teknis, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” jelas Rahmad.

Baca Juga :  Kelana Aprilianto Turut Berduka Atas Wafatnya KH. Syukri Zarkasyi Pimpinan Pondok Modern Gontor Wafat

Disampaikan oleh Rahmad, dana serap aspirasi untuk setiap anggota Dewan Rp 200 juta. Dana ini merupakan pengalihan anggaran kegiatan DPRD yang terkena rasionalisasi untuk penanganan Covid-19.

Dana jaring serap aspirasi anggota dewan kena rasionalisasi hingga Rp 8 milyar, sedangkan anggaran rutin dewan juga kena rasionalisasi hingga Rp 14 milyar. Bahkan dana kunjungan kerja DPRD sisa Rp 2 milyar akibat rasionalisasi untuk Covid-19.

Kami mengusulkan, untuk membangkitan usaha mikro dengan bantuan modal usaha. “Untuk mendapatkan dana itu pelaku usaha harus memperoleh surat keterangan usaha terdampak Covid-19 dari Kepala Desa,” pungkasnya. (WAG)

Tinggalkan Balasan