Krisis Bahasa Daerah di Kalangan Anak- Anak Muda di Riung


 (Oleh : Jalaluddin )
Salah satu media komunikasi yang biasa digunakan adalah bahasa, Setiap negara memiliki bahasa daerah sebagai bahasa ibu yang digunakan sehari-hari dalam keluarga. Bahasa daerah merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat dalam sutau daerah.
bahasa daerah di era globalisasi saat ini mulai terabaikan dan hal yang tidak diinginkan ini pernah dibahas dalam pelaksanaan kongres Bahasa Daerah Internasional yang berlangsung di kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada 8 Juli 2010 dan hal ini mulai terasa di Daerah Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Perubahan zaman yang terjadi dan banyak bermunculan bahasa atau kata- kata gaul, mungkin hal ini yang membuat anak- anak muda di Riung lebih mengedepankan bahasa dan logat dari daerah lain yaitu Kupang, Makassar, jawa dan bahasa gaul lainnya/ yang lagi tren saat ini, Sebagai cara mereka mecari jati diri dikalangan taman- temannya.
Hal ini bisa dikatakan wajar untuk para pemuda dimasa pertumbuhan seperti itu, tetapi jangan sampai lupah bahasa daera sendiri. Hal ini tidak jarang ditemukan di kalangan anak- anak muda di riung yang tidak mengerti dengan bahasa daerahnya sendiri, dan Peristiwa seperti ini jika kita bandingkan dimasa jayanya bahasa riung, pasti sangat jauh berbeda khususnya dalam hal komunikasi yang lebih mengedepankan bahasa daerah riung, di masa itu orang-orang pendatang baik itu dari bugis dan bima yang merantau ke riung, merekapun berkomunikasi sehari- hari menggunakan bahasa riung.
Tetapi peristiwa ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi, karena kepunahan sebuah bahasa bukan sekedar kepunahan kosakata atau tata bahasa, tetapi kehilanan warisan budaya bangsa yang sangat berharga. bahasa daerah merupakan identitas seseorang dan juga bahasa yang dari turun-temurun yang harus dijaga dan dilestarikan, karena bahasa daerah melambangkan jati diri suatu bangsa tersebut.
Untuk menjaga bahasa daerah, sebenarnya tidak sulit atau membutuhkan tenaga yang luar biasa Yaitu bisa dengan cara orang tua memperbiasakan berkomuniksi dengan anak- anaknya saat di rumah dengan menggunakan bahasa daerah, dan peran pemerintah dalam masalah ini juga sangat diperlukan dengan cara membuat program mata pelajaran bahasa daerah, sebagai pelajaran tambahan di lembaga pendidikan/sekolah.
ketika sebuah bahasa punah, dunia kehilangan warisan yang sangat berharga – sejumlah besar legenda, puisi, dan pengetahuan yang tehimpun dari generasi ke generasi akan iku punah (UNESCO 2010). Perlindungan bahasa daerah merupkan tanggungjawab kita bersama (**)

Baca Juga :  Pilkades Serentak Desa Canggu - Surowono ,Badas-Kab- Kediri.Bpk.Saptonoko Unggul Lagi

Tinggalkan Balasan