Warga Gotong Royong Perbaiki Tanggul yang retak Dan Amblas

Tuban-tarunanews.com, Retak dan amblasnya tanggul bengawan solo di Kabupaten Tuban, membuat warga dan stakeholder bergerak cepat. Mereka secara gotong royong memperbaiki tanggul sepanjang dua ratus meter yang rapuh dan jebol tersebut.

 

 

Tanggul bengawan solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, mengalami retak dan amblas sepanjang 200 meter. Tak hanya itu, gundukan tanah yang menjadi pembatas sungai dan pemukiman penduduk ini juga menyebabkan rongga tanah cukup lebar dan dalam sehingga dapat menelan orang dewasa.

 

Kondisi ini membuat masyarakat setempat beserta lembaga penanggulangan bencana dan perubahan iklim nahdlatul ulama, bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Tuban dan kantor balai besar wilayah sungai bengawan solo, ramai-ramai gotong royong melakukan pengebrukan tanggul.

Baca Juga :  Bupati Jombang, Kapolres, serta Dandim 0814 Jombang, Lakukan Rapat Koordinasi untuk meningkatkan Senergitas Dan Soliditas

 

Pengebrukan dilakukan menggunakan pedel dan alat berat, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jebolnya tanggul bengawan solo di kawasan ini, agar saat turun hujan dan banjir tidak jebol.

 

Menurut plt Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Emil Pancoro, tanggul di Desa Sembungrejo ini mengalami keretakan sekitar 150 meter, dengan kedalaman hingga 2 meter.

 

“Pasca kejadian, pihak BPBD langsung bergerak cepat dengan melakukan kordinasi dengan semua pihak untuk melakukan perbaikan tanggul,” kata Emil Pancoro.

 

Selain itu, BPBD juga melakukan sosialiasi kepada warga agar tidak mengambil pasir dibantaran sungai dan membuang sampah di tepi sungai, karena hal ini membuat tanah menjadi gembur dan tanggung retak.

Baca Juga :  Gus Menteri Optimis Perekonomian Bangkit Dari Desa

 

Sementara itu, menurut petugas kantor balai besar wilayah sungai bengawan solo wilayah tuban, Muhlisin, perbaikan tanggul kali ini dilakukan secara gotong royong, lantaran musim hujan akan segera datang.

 

“Kita menargetkan dalam waktu satu minggu, kegiatan perbaikan tanggul dengan cara pengurukan dan penancapan penyangga bambu ini akan selesai,” ujar Muhlisin.

 

 

 

 

RED/AGUS-HARJONO

Tinggalkan Balasan