Satresnarkoba Polres Kediri Kota Amankan Pengedar Pil Koplo Jenis (LL)

Kediri – tarunanews.com,Polres Kediri Kota berhasil membekuk tersangka AE (36), ditangkap di salah satu rumah yang berada di Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, diduga karena diketahui membawa dan memiliki obat keras atau pil dobel L.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi menjelaskan, sebelum Satresnarkoba menangkap dan menyita pil dobel L dari tersangka, personil memperoleh informasi dari masyarakat jika di Kelurahan Bandar Kidul ada peredaran obat keras. “Anggota memperoleh informasi bahwa mulai marak peredaran obat keras,” jelasnya, Selasa (26/11/2019)

Advertisement

Memperoleh informasi tersebut, Satresnarkoba segera melakukan penyelidikan ke lokasi dan melakukan pemeriksaan. Akhirnya, di salah satu rumah Satresnarkoba menemukan laki-laki yang diduga memiliki barang haram tersebut yang tak lain adalah Andik Efendi. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan beberapa bungkus yang diduga pil dobel L.

Baca Juga :  Tim siber judi tangkap botoh pilkades di Lamongan dua warga ketangkep

Baik tersangka dan barang bukti pil dobel L di bawa ke Mapolresta Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui, tersangka menyimpan 1.600 butir pil dobel L yang di kemas dalam beberapa bungkus plastik. “Anggota masih melakukan penyidikan, apakah tersangka ini sebagai pengedar atau bagaimana. Tapi, jumlah tersebut cukup banyak,” ujarnya.

Advertisement

Selain pil dobel L, Satresnarkoba juga menyita satu unit telepon genggam milik tersangka dan uang tunai sebesar Rp 22.000. Diduga, tersangka melakukan transaksi dengan menggunakan pesan singkat. “Masih dalam sidik, yang jelas jika terbukti mempunyai atau menyimpan pil dobel L berarti melanggar hukum,” tuturnya.

AKP Kamsudi menambahkan, tersangka diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa keahlian dan kewenangan menyimpan, mengedarkan sediaan farmasi berupa obat keras jenis pil dobel L yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. “Sebagaimana dimaksud dalam pasal 196 yo pasal 98 ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya.
(HD)

Advertisement

edtr:adr/red

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *