Simulasi Tanggap Bencana Puting Beliung

Tuban-tarunanews.com,Inilah detik-detik terjadinya bencana alam angin puting beliung, yang menerjang sebuah sekolah di Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Tuban.

Ratusan pelajar di Kabupaten Tuban, lari keluar gedung menyelamatkan diri, dari amungan angin puting beliung, yang menerjang gedung sekolahnya. Akibatnya, puluhan siswa terluka akibat tertimpa bangku sekolah, serta terjatuh saat lari keluar gedung.

Advertisement

Detik-detik terjadinya bencana alam angin puting beliung, yang menerjang sebuah sekolah di Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Tuban.
Ratusan pelajar tersebut lari keluar gedung, serta berteriak histeris meminta tolong, karena atap sekolah beterbangan diterjang angin.

Guru dibantu tim sar dari taruna tanggap bencana, melakukan evakuasi ratusan pelajar, untuk lari keluar gedung menuju titik kumpul evakuasi.
Dari kejadian itu, puluhan pelajar terluka karena terjatuh saat lari menyelamatkan diri keluar gedung saat bencana terjadi.

Advertisement

Seluruh pelajar yang sudah dievakusi, dikumpulkan didalam tenda pengungsi, serta dilakukan pendataan seluruh pelajar.
Untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah lengkap atau belum. Tim Sar bersama guru, melakukan pengecekan seluruh gedung, untuk memastikan seluruh siswa sudah tidak ada didalam gedung.

Baca Juga :  Cegah Narkoba Masuk Sekolah, Sat Reskoba Gelar Sosialisasi.

Kejadian tersebut disimulasikan oleh Tim Tagana Kabupaten Tuban, di sekolah-sekolah, dengan tujuan mengurangi potensi risiko bencana.
Dengan mengenalkan tanggap darurat bencana sejak dini, maka dapat mengurangi jatuhnya korban, pada saat terjadi bencana alam maupun bencana yang timbul akibat kegagalan teknologi.

Advertisement

Abdul Ahsanun Niam, Ketua Panitia Simulasi,menjelaskan, simulasi ini akan terus dilakukan secara bengantian, saat ini diselenggarakan di tiga lokasi, yaitu di Yayasan Roudhotul Hidayah, SDN Jegulo 1 dan SDN Jegulo 3, Kecamatan Soko.

“Seluruh pelajar dibekali tentang pengetahuan tentang kebencanaan serta tata cara evakusi, karena dengan banyaknya warga yang pahan tentang bencana maka dampak risiko bencana akan dapat di minimalisir,” kata Abdul Ahsanun Niam.

Advertisement

Agus

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *