Tim Jaka tingkir Polres Lamongan Berhasil Menangkap Pelaku Penggelapan Motor

 

Pelaku penipuan motor di bekuk tim jaka tingkir polres Lamongan

Tarunanews.com,29/10/19.(selasa) tim jaka tingkir polres Lamongan berhasil menangkap pelaku penggelapan motor,

 

Mohamad kodir(35)warga Desa Sentol kecamatan pademayu Kab,pamekasan madura,berhasil di ringkus oleh satuan anggota satreskrim polres Lamongan.

 

Pelaku yang merupakan residivis ini di tangkap oleh petugas di kawasan pantura Brondong,Lamongan ,saat hendak menjual sepedah motor hasil kejahatan ,bahkan petugas sendiri sempat menghadiahi timah panas pada kakiya,karena saat akan di tangkap pelaku sempat akan melarikan diri.

 

AKBP Feby Hutagalung ,Kapolres Lamongan Mengatakan,dalam melakukan aksi nya ini,pelaku biasaya melihat barang barang sepedah motor yang di jual melalui medsos.

Baca Juga :  "Akibat Hujan deras Di sertai Angin Kencang "Pohon-pohon tumbang " Rumah rusak Di Wonorejo Kec Kepung Des Kampung Baru .

 

Dari situlah pelaku ini melakukan aksiya ,seperti yang di lakukan oleh tersangka saat akan membeli sepedah motor milik DEVI Arivianto,warga Desa ,waru Ngering Kecamatan,Kedungpreng.

 

Saat itu pelaku sudah berkordinasi dengan korban yang mana saat itu korban menawarkan sepedah motorya melalui media sosial ,akhirya pelaku pun menyetujui untuk berpura pura membeli spedah motor tersebut.

 

Setelah itu pelaku dan korban melakukan transaksi di sebuah warung kopi di kawasan jalan.Gotong royong kec,Babat dan begitu bertemu dengan korban,pelaku berpura pura mau mencoba sepdah motor tersebut langsung di bawa kabur.

 

Dari hasil pengakuan pelaku sendiri ,dia sudah melakukan aksi nya di dua kali yang pertama di kawasan brondong Lamongan ,dengan modus seperti yang telah di lakukan di kawasan Babat.

Baca Juga :  Penyerahan Sertifikat PTSL Warga Desa Made Kecamatan Kudu

 

Dari hasil penangkapan ini,petugas berhasil menyita satu buah unit sepedah motor GL MAX dengan Nopol W 2245 GB.

 

Hingga saat ini petugas masih terus menggembangkan kasus ini,karena tidak menutup kemungkinan prlaku lebih dari dua kali dalam melakukan aksinya ini.

 

(AGS/Andik)

Edtr:adr/red

 

Tinggalkan Balasan