Kampanyekan SPESIAL Sikat 4 S, Brigjen Pol Mamboyng : Peradaban 4 S Adalah Ciri Khas Bangsa Indonesia.

Lamongan -tarunanews.com, Sekretaris Deputi VI/Kesbang Kemenko Polhukam, Brigjen Pol Mamboyng kampanyekan sikap 4 S saat menggelar asosialisasi wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Gedung SKJ Polres Lamongan , Kamis (19/09) sore.

Mamboyng menyebutkan, apa itu empat S, pertama senyum, sapa, saling mengenal dan saling menghargai. Perilaku 4 S itu, menurut Mamboyng dimaksudkan agar mampu menciptakan keutuhan bangsa Indonesia.

“Masalahnya, saat ini ada keterpengaruhan masyarakat terhadap perkembangan berita medsos yang penuh hoax, termasuk pengaruh lewat HP. Dan Mamboyng menilai pengaruh HP itu adalah mainan anak – anak,” jelasnya

Ia mengurai, Indonesia ini negara yang damai jangan sampai diganggu. Menurutnya peradaban 4 S harus selalu dikembangkan karena itu adalah ciri khas bangsa Indonesia dan agar bangsa ini utuh. Pancasila adalah ideologi Indonesia, jangankan diganti, ditawar saja tidak boleh.

Baca Juga :  Gus Haji Mas Sulthon Sebut NU Ormas Terbesar Di Alam Dunia Ini, Mesti Berjiwa Rohmatan Lil Alamin

“Pancasila sebagai ideologi bangsa mengayomi semua anak bangsa siapapun mereka..Indonesai bukan negara agama, tapi negara beragama. Makanya, negara ini harus dirawat, dan dijaga agar tetap berdiri tegak. Jangan sampai ada pernah perang opini,” katanya.

Mamboyng menilai penguatan moral kebangsaan, bela negara harus dijalankan dan bagaimana komitmen anak bangsa dengan landasan Pancasila. Multi kultur harus menjadi alat pemersatu. Menurutnya Indonesia lahir dari sebuah perjuangan besar dan berat oleh para pendahulu dan bukan asal lahir begitu saja.

“Sebagai warga negara harus tahu proses kelahiran bangsa Indonesia, untuk melahirkan semangat bersatu. Merdeka sekali cukup, bagai anak tangga harus bersatu,” ungkapnya.

Lebih jauh Mamboyng menjelaskan, adil makmur sudah berjalan dan dirasakan, bagaimana cita – cita menciptakan kesejahteraan itu harus terus dirawat.
Pancasila, pada sila ketiga adalah sumber kekuatan bangsa Indonesia. Berbeda – beda tapi bersatu, Bhineka Tunggal Ika, menyatukan semua suku bangsa. “Dengan bersatu, bisa menjaga musyawarah dan dialog demi menciptakan persatuan. Setiap anak bangsa harus bersatu supaya bisa menciptakan ide – ide segar,” katanya.

Baca Juga :  RAKORPEM DI AKHIR MASA JABATAN BUPATI & WABUP PERIODE 2016-2021.

Wawasan kebangsaan menurutnya sangat penting, karena beraneka ragam suku dan agama bisa bersatu.
Dalam penilaian Mamboyng, ia tidak melihat adanya penurunan rasa patriotisme di negeri ini. “Makanya harus tetap mengembangkan sikap 4 S. Negara Indonesia dibangun dari awal adalah pondasinya yakni Pancasila. Di dalam negara ada penghuninya dimana brandnya harus sama yakni, Bhineka Tunggal Ika,” pintanya.

Dikatakanmya Indonesia adalah ibu pertiwi, makanya seharusnya tidak ada anak yang akan merusak ibunya sendiri yakni ibu pertiwi. Kesadaran bela negara yakni hak kewajibannya dilindungi UU berjalan. Dan komitmen dari segala elemen masyarakat harus dilakukan yakni untuk membela negara.

“Perlu selogan siapa kita, apa idelogi kita Indonesia. Semuanya harus terpanggil. Ancaman sekarang sudah berubah yakni radikalisme dan mensite yang berubah. Toleransi harus difahami, jangan tanya di Medsos,” urainya.

Baca Juga :  Bupati Ajak Amalkan Nilai-Nilai Pancasila

Mamboyng menyitir ucapan Menkopolhukam, Jenderal Wiranto, “Melawan bangsa sendiri semuanya akan rugi dan tidak ada yang beruntung. Perang itu dengan negara lain, bukan dengan bangsa sendiri,” kata Mamboyng menirukan Wiranto.

Reporter:AGUS-ANDIK

 

Tinggalkan Balasan