Janda Tidak Mampu Mendadak Menerima Bantuan Langsung Dari Menteri Sosial

Penyerahan bantuan dari mensos melalui kepala dinas sosial Kab. Mojokerto

 

Mojokerto-Pagi tadi nampak suasana berbeda di salah satu rumah penduduk atas nama Muslikah warga Dusun Modopuro  Desa Modopuro Rt 001 Rw 006, Kecamatan mojosari, Kab. Mojokerto Pada Hari Rabu (21 Agustus 2019). Wanita kelahiran 03/11/1951 nampak kaget dengan kedatangan beberapa orang yang langsung menuju ke rumahnya. Istri (alm) Bpk Paisan ini sempat bertanya-tanya ketika rombongan dari dinas sosial Kab. Mojokerto berdatangan ke rumahnya. Hal itu juga disampaikan salah seorang anak angkatnya, karena pada hari ini juga bertepatan dengan 100 hari meninggalnya Bpk Paisan.

Rasa penasaran Bu muslikah terjawab ketika salah seorang perwakilan dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Mojosari (Suyati) menjelaskan jika kedatangannya untuk memberikan sedikit bantuan kepadanya. Bantuan yang berasal dari Menteri Sosial, Dinas Sosial Kab. Mojokerto dan juga TKSK itu langsung diserahkan oleh kepala dinas sosial Kab. Mojokerto (Lutfi Ariyono) Kepada Bu muslikah. Dalam perbincangan singkatnya, Kadinsos mengatakan Bahwa kegiatan semacam ini tidak ada anggaran khusus. Namun hal ini dilakukan semata bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Sinergitas kodim 0813 Gotong Royong PU, SDA dan OPD Pemkab Bojonegoro Bersihkan Saluran Air

Kepala dinas sosial Kab. Mojokerto juga menjelaskan, jika ibu ini sebenarnya sudah dapat Bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari pemerintah. Namun ke depannya kadinsos akan berupaya untuk memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) APBD dan diajukan dalam program lansia, karena selama ini keluarga Bu Muslikah masih mempunyai jaminan kesehatan MANDIRI.

Pemerintah melalui Dinas Sosial akan tetap memperhatikan kehidupan semacam ini dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, tentunya. Sedangkan istri dari pedagang buah (alm. Bpk Paisan) saat ini tinggal seorang diri, karena sang suami meghadap illahi disebabkan  sakit yang dideritanya. Untuk mencukupi kebutuhan kesehariaannya setelah ditinggal Sang suami 100 hr yang lalu, janda tua ini bekerja sebagai buruh pengupas bawang. Dengan hasil kisaran 70.000/hari (apabila ada kerjaan) ini dijalani oleh Bu muslikah kurang lebih 3 bulan. Maklum, karena tinggal seorang diri. Jadi semua kebutuhannya juga harus dipenuhi dengan usahanya sendiri. Jo/res (red)

Baca Juga :  Diskusi  & Ngobar Bersama Ir.Suhandoyo di Wego.

 

Tinggalkan Balasan