Suharto,SH, ( Ketua Macab Laskar Merah Putih Pasuruan ), Kecam Keras Tindakan Yang Melecehkan Kinerja Jurnalis

PASURUAN – tarunanews.com ,

Selasa (26/3/2019) Suharto SH, ,ketua macab Laskar Merah Putih Pasuruan, mengecam keras tindakan perampasan dan penghapusan video dan gambar milik jurnalis TV One Ary Suprayogi dan Iwan Nurhidayat (Suarapublik.com) saat melakukan kerja jurnalistik di Markas Kepolisian Pasuruan Kota pada Senin, 25 Maret 2019.

Suharto, SH , mengatakan bahwa tindakan perampasan dan penghapusan video wartawan, apapun alasannya itu tidak dibenarkan. Jika tindakan ini tidak segera diproses hukum, dikawatirkan adanya kriminalisasi yang lebih parah lagi akan terjadi, bahkan pemberangusan terhadap jurnalispun tidak bisa di elakkan.

“Saya menghimbau, agar segera ada upaya penegakan hukum, jika ini berlarut-larut kami akan terus menggalang aksi solidaritas di seluruh Indonesia

Baca Juga :  LPK-LI Layangkan Somasi Dugaan Persekongkolan Jahat BBM Ilegal di Tuban

Cak harto panggilan akrabnya menambahkan, terhadap  pelanggar hukum seperti itu, wajib dikenakan tindakan tegas disiplin dan etik.  Selain itu terhadap pelaku juga dikenakan tindakan hukum.  Wartawan yang menjadi korban seyogyanya melaporkan dugaan pelanggaran hukumnya dengan didampingi dan dibackup organisasi wartawan yang bersangkutan dan Laskar Merah Putih Pasuruan merasa terpangil untuk mengawal jalan nya hukum di wilayah Pasuruan ,demi tegaknya kebenaran.

“Setiap wartawan yang melakukan kerja jurnalistiknya, wajib mendapatkan perlindungan hukum Dalam melakukan pekerjaan jurnalistik, seorang wartawan yang mematuhi kode etik junarnalistik(KEJ)dan bekerja di perusahaan media yang berbadan hukum akan mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca Juga :  Jajaran Polres Lamongan Berhasil Lumpuhkan Dua Pelaku Curanmor

Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri nomor 2/DP/MoU/II/2017 – B/15/2/2017 yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Ambon, 9 Februari 2017, salah satu fungsinya juga sebagai langkah koordinasi untuk melindungi kemerdekaan pers.

Sudah banyak kejadian yang sama di wilayah hukum indonesia yang menimpa rekan jurnalis ,kita terpangil dan siap ber orasi di depan Polres Kota Pasuruan apabila tidak ada tindakan hukum kepada oknum yang bersangkutan .himbau cak harto.( Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *